"Karena panik tersangka membuat skenario seperti telah terjadi perampokan dan mengikat dirinya sendiri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Senin (4/2/2013).
Rikwanto juga menjelaskan cara IA menarik simpati dan membuat dirinya sebagai korban. Dia 'berdandan' bak seorang sandera yang baru saja dirampok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suyudi menambahkan, tersangka dapat bekerja di rumah korban tanpa yayasan penyalur babysitter.
"Bersangkutan butuh untuk kehidupan, karena suaminya hanya bekerja sebagai tukang daging di pasar," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, awal pembunuhan itu diduga dilakukan oleh perampok yang menyatroni rumah tesebut. Namun belakangan, pembunuh sang anak adalah pembantunya sendiri. Dia melakukan aksi itu karena tak tahan mendengar suara tangisan Rasya.
(ndu/mad)











































