Perang Bakal Caleg di Balik Munculnya Lagi Isu Pelengseran Anas

Perang Bakal Caleg di Balik Munculnya Lagi Isu Pelengseran Anas

Luhur Hertanto - detikNews
Senin, 04 Feb 2013 17:25 WIB
Perang Bakal Caleg di Balik Munculnya Lagi Isu Pelengseran Anas
Anas dan Ibas. (Dok.detikcom)
Jakarta - Wacana melengserkan Anas Urbaningrum sudah mengemuka sejak nama Ketum DPP PD itu dikaitkan dengan kasus proyek Hambalang. Sempat mereda setelah Ruhut Sitompul dipecat dari DPP PD. Tapi kok sekarang kembali muncul?

"Sekarang kan parpol menyusun daftar caleg untuk diserahkan ke KPU, semua pihak jelas berkepentingan," analisa Yunarto Wijaya, pengamat politik dari Charta Politica, Senin (4/2/2013).

Di dalam mekanisme internal PD untuk penyusunan daftar bakal caleg, ada seleksi akhir sebelum diserahkan ke KPU/KPUD. Untuk bakal caleg DPR-RI, pemeriksaan akhir akan dilakukan Majelis Tinggi yang dipimpin oleh SBY setelah sebelumnya disaring oleh jajaran pimpinan DPP PD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin dengan Anas lengser, ada pihak yang merasa bisa lebih memberikan pengaruhnya," sambung Yunarto.

Bila itu yang ada dibalik mencuatnya kembali desakan mundur kepada Anas Urbaningrum, maka menguatkan dugaan bahwa persaingan antar kubu dalam Kongres PD pada Mei 2010 silam belum berakhir. Sangat disayangkan bila persaingan tersebut justru berlanjut ketika jajaran PD seharusnya bersatu untuk bangkit dari keterpurukan.

"Ini kelanjutan dari pertarungan antar faksi pasca kongres. Bagaimana mungkin melakukan kerja-kerja politik memenangkan Pemilu 2014 sementara kader mulai pusat sampai daerah menghabiskan waktu dan energinya untuk persaingan internal?" wanti Yunarto.

Seperti penah diberitakan sebelumnya, seluruh anggota FPD sudah menyatakan kesiapannya untuk kembali menjadi bakal caleg Pemilu 2014. Tapi jamak diketahui bahwa diantara mereka ada persaingan diam-diam sebagai dampak polarisasi antar pendukung kontestan Ketum DPP PD periode 2010-2015 pada Kongres tiga tahun lalu.

Tidak seberapa lama setelah kasus Nazaruddin bergulir, sekelompok senior PD yang menamakan diri Forum Deklarator mengeluarkan pernyataan tentang perlunya segera dilakukan aksi penyelamatan partai. Wacana tersebut kemudian 'diterjemahkan' Ruhut Sitompul dengan melontarkan desakan kepada Anas Urbaningrum mengundurkan diri atau setidaknya non-aktif sebagai Ketum DPP PD hingga ada kejelasan status hukumnya.

Sejak pengusiran Ruhut dari acara peringatan HUT ke-11 PD pemecatannya dari DPP PD, tidak ada lagi yang menyuarakan wacana serupa. Hingga semalam (3/2/2013), anggota Dewan Pembina PD, Jero Wacik, usai pertemuannya dengan Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono, menyatakan permintaannya agar SBY selaku Ketua Dewan Pembina PD turun tangan menyelematkan PD.

Sebagian kader PD di daerah yang memahami permintaan itu sebegai permintaan halus untuk melengserkan Anas Urbaningrum langsung beraksi. Namun oleh Jero Wacik ditegaskan, pernyataannya yang didukung oleh sebagian anggota Dewan Pembina PD itu sama sekali bukan bertujuan untuk melengserkan Anas Urbaningrum.

(lh/van)


Berita Terkait