"Bisa anda lihat sendiri. Di kantor masih banyak orang. Mereka keluar nggak ada pengaruhnya, karena sistem di kita sudah berjalan," ujar Tedjo kepada wartawan di kantor DPW Partai NasDem Jatim, Jl Raya Darmo Surabaya, Senin (4/2/2013).
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) ini mengatakan, pengurus yang mengundurkan adalah bukan siapa-siapa dan tidak menjalankan tugasnya sesuai tanggung jawabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Justru, Tedjo menilai sejak 6 bulan lalu, mereka sudah berusaha merong-rong Partai NasDem. Bahkan mereka termasuk kelompoknya Hary Tanoe dan di bawah komando mantan Sekjen DPP Partai NasDem A. Rofiq, ingin mengganggu NasDem di beberapa daerah seperti Jawa Barat maupun Jakarta.
"Ini sudah lama. Kami sudah menyampaikan ke Pak Surya Paloh. Beliau menyarankan untuk tetap merangkulnya," terangnya, sambil menambahkan, NasDem tidak pernah memecat kadernya.
"Ini juga testimoni dari Mirdasy (mantan sekretaris Partai NasDem Jatim). Terbongkarnya (kelompok pendukung HT) ketika ada rapat tertutup. Ternyata handphonenya Mirdasy menyala (merekam). Ia mengaku tidak tahu apa-apa hanya disuruh. Yang menyuruh siapa, saya nggak tahu," terangnya.
Tedjo mengatakan, pihaknya masih belum menyiapkan siapa penggantinya. Karena menunggu formatur tunggal (Surya Paloh).
"Setelah kongres, kan (pembentukan kepengurusan) DPP. Kemudian DPW," jelasnya.
Sejumlah pengurus DPW Partai Nasdem Jatim yang menyatakan mundur di antaranya, Sekretaris DPW Partai NasDem Jatim, Mirdasy, Siti Nasyi'ah, Darojat dan Amrullah (Wakil Sekretaris), Dini (Wakil Ketua), Brigita Manohara dan Widya Rahmi (Wakil Bendahara).
Selain itu, beberapa pengurus organisasi sayap Partai NasDem ikut mundur. Seperti Sekretaris Garda Pemuda NasDem (GPN) Jatim, Badarruddin, Wawan (Wakil Ketua), Zaenul(Wakil Bendahara), Daniel Rorong (Humas), Lanny (Garda Wanita NasDem Jatim) dan Toni (Badan Rescue Nasional Demokrat Jatim).
"Mohon pengunduran kami disampaikan ke Jakarta (pengurus DPP Partai NasDem)," ujar Mirdasy usai menyerahkan surat pengunduran diri dan KTA di kantor DPW, Senin (4/2/2013).
(bdh/trw)










































