Perampok Berpakaian Safari dan Bercadar Gasak Pegadaian di Samarinda

Perampok Berpakaian Safari dan Bercadar Gasak Pegadaian di Samarinda

Robert - detikNews
Senin, 04 Feb 2013 13:50 WIB
Perampok Berpakaian Safari dan Bercadar Gasak Pegadaian di Samarinda
Foto: robert/detikcom
Samarinda - Kawanan perampok bersenpi menyatroni Kantor Unit Pegadaian Syariah di Jl Basuki Rahmad, Samarinda, Kalimantan Timur. Dua pegawai termasuk sekuriti disekap dan ditodong senpi, sejumlah perhiasan raib.

Keterangan diperoleh detikcom di lokasi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.15 WITA, Senin (4/2/2013). Pelaku yang membawa senpi bergerak cepat sambil menodongkan senpi dan membekap mulut pegawai dengan lakban.

"Pelaku berjumlah 4 orang dengan membawa senjata api. Saya disekap, mata dan mulut ditutup lakban," kata petugas sekuriti kantor Unit Pegadaian Syariah, Jimi Armando, kepada wartawan di lokasi.

Aksi kawanan perampok itu terbilang nekat mengingat lokasi kantor yang berada di pusat kota dan hanya berjarak sekitar 50 meter dari RS H Dardjad. Bahkan di sekitarnya juga terdapat rumah sejumlah rumah warga.

Ditemui terpisah, Pemimpin Cabang Kantor Pegadaian Syariah Samarinda Solehudin juga membenarkan kejadian itu. Menurut dia, 2 orang pegawainya menjadi korban penyekapan.

"Pelaku 4 orang bersenpi mengenakan pakaian safari menyerupai pakaian aparat dan juga mengenakan cadar. Awalnya memang sekuriti tidak curiga," kata Solehudin.

"Setelah masuk ke dalam, pelaku meminta pegawai membuka brankas dan mengambil isi brankas. Kerugian sekarang masih dihitung, masih diinventarisir," tambahnya.

"Pegawai kita dipukul, dijerat dan diborgol, ditiarapkan di lantai. Ada karyawan kita di dalam dan terkejut. Iya, ada barang-barang nasabah yang dicuri pelaku, sekarang masih diinventarisir mendatangkan orang Kanwil Pegadaian dari Balikpapan," terangnya.

Ditemui di Mapolresta Samarinda, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Feby DP Hutagalung menerangkan, 4 orang pelaku kawanan pencurian dengan kekerasan itu diduga menggunakan senpi jenis FN. Sementara kerugian materi masih diinventarisir.

"Senpi itu berdasarkan keterangan saksi. Tapi kita belum pastikan itu senpi asli atau soft gun karena tidak sempat diletuskan," kata Feby.

"Kita duga pelaku sudah merencanakan dengan matang sebelum beraksi. Karena hardisk yang menyimpan rekaman CCTV juga dibawa pelaku, bercadar sambil mengenakan helm," ujar Feby.

"Dua saksi sekaligus korban disekap, diikat dengan menggunakan tali sepatu, pegawai sambil diancam senpi dipaksa membuka brankas dan membawa perhiasan dari dalam brankas," sebut Feby.

Sekitar pukul 11.55 WITA, 2 petugas identifikasi dari Satuan Reskrim Polresta Samarinda tuntas melakukan olah TKP. Keduanya membawa tali sepatu dan lakban yang digunakan para pelaku.

"Barang bukti yang kita bawa dari TKP adalah lakban dan tali ikat sepatu. Sedangkan hardisk CCTV dibawa jadi kita agak kesulitan mengidentifikasi pelaku," tutup Feby.

(trw/trw)


Berita Terkait