"Terlalu cepat kita bicara soal kesepakatan koalisi. Namun harus ada ruang yang cukup untuk komunikasi politik antarpimpinan partai, untuk antisipasi berbagai perkembangan politik," kata Jubir PAN, Bima Arya.
Hal itu disampaikan kepada detikcom menanggapi kemungkinan koalisi PAN dan Gerindra, Senin (4/2/2013).
Bima mengatakan, dalam pertemuan Minggu (3/2/3013) malam tadi, Prabowo dan Hatta banyak bertukar pikiran. Pembahasan mulai dari ekonomi hingga dukungan Prabowo terhadap program-program pemerintah.
"Mereka membahas banyak hal, bertukar pikiran, diskusi mulai dari pelaksanaan pilkada sampai kondisi perekonomian. Pak Prabowo mendukung program-program pemerintah yang sekarang sedang berjalan," tutur Bima.
Bima menepis bertandangnya Prabowo adalah untuk menggantikan PKS yang disebut sudah tidak betah di koalisi. "Yang jelas tidak benar kalau ada spekulasi bahwa pertemuan semalam karena PKS ingin keluar dari koalisi dan gerindra mau masuk," ujarnya.
"Saya kira format koalisi tetap," imbuhnya.
(tor/van)











































