Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok membantah rumor itu. Menurutnya, internal partai masih solid.
"Tidak ada permasalahan dari internal demokrat solid, kalau ada yang meminta hal seperti itu (Anas turun) itu hanya beberapa orang saja, saat ini Partai Demokrat kompak luar biasa," ujar Mubarok saat dihubungi detikcom, Senin (4/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa kali suara-suara tersebut sering disampaikan tetapi Bapak (SBY) membentengi hal itu dengan tiga prinsip, yaitu taat ADRT, taat etika dan taat politik dan hukum," tuturnya.
Menyoroti survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan anjloknya elektabilitas Partai Demokrat, Mubarok menduga hal itu karena eksploitasi berita yang luar biasa. Jika fokus pemberitaan terhadap kasus yang menjerat politisi Demokrat berkurang, Mubarok meyakini elektabilitas partai akan kembali naik.
"Sekarang ini kan hasil survei menunjukan seperti itu. Seperti ketika PKS terkena kasus, PKS turun. Terus kemarin ketika Demokrat kena juga hasil survei seperti itu, kalau kasus Zulkarnaen mencuat kembali hasil survei pasti berubah lagi," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan lima menteri dan sejumlah gubernur dari Demokrat meminta agar SBY segera turun tangan menyelamatkan Partai Demokrat. Keterpurukan ini sudah cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan survei SMRC, elektabilitas Demokrat terjun bebas hingga 8 persen
"Saya pribadi sebagai kader meminta itu (SBY turun tangan). Saya dengar yang lain juga semua menteri dari Demokrat, seperti Pak Syarif Hasan, Pak Roy Suryo, Pak Mangindaan. Para gubernur dari Demokrat juga minta itu, berkomentar seperti itu," ujar Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik, Minggu (3/2/2013) malam.
(/)











































