"Bagi kami politik tidak sekadar matematis tapi ada seninya. Sumber masalah kasus korupsi dan puncaknya Nazaruddin karena kita sudah curiga dari awal," kata Mubarok.
Hal ini disampaikan Mubarok usai mengikuti paparan hasil survei SMRC di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Minggu (3/2/2013).
Namun Mubarok tak sependapat soal kader terbanyak korupsi ada di PD. Menurutnya, fakta berbicara bahwa kader parpol yang paling banyak korupsi dari Golkar.
"Fakta 2004-2012 terbanyak kadernya kena korupsi adalah pertama Golkar, kedua PDIP dan ketiga PD dan jaraknya sangat signifikan. Jadi biarlah sejarah akan terbentuk," kata Mubarok.
Apalagi, lanjut Mubarok, saat ini tak ada parpol yang bebas dari korupsi. Sudah berjuang sekuat apapun, menurut Mubarok, korupsi politik belum bisa dihentikan.
Mubarok mencontohkan PKS yang selama ini giat melakukan konsolidasi. Namun kemudian tersandung kasus suap impor daging sapi. Tak main-main, langsung orang nomor 1 di PKS yakni Luthfi Hasan Ishaaq yang dijadikan tersangka dan ditahan KPK.
"Saya iri kinerja PKS yang kinerjanya yang baik, tapi tiba-tiba sejarah berubah terjadi seperti kasus kemarin," ujarnya.
(van/mad)











































