Kecelakaan wahana kereta api itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu (2/2/2013) di pasar malam yang berada di Jalan Bilal Ujung, Brayan Darat, Medan.
Saat kejadian, ada lima anak dan satu orang dewasa Anto yang ikut dalam wahana tersebut. Setelah sempat berputar beberapa kali di lintasan rel yang didesain melingkar, gandengan gerbong kereta api itu tiba-tiba terlepas dan terguling.
Akibatnya, anak-anak yang sedang duduk di dalam gerbong, juga ikut terguling. "Ini anak-anak memar-memar kepala dan badannya," kata Anto yang membawa dua anaknya Tiara (4) dan Sigit (3) dalam mainan kereta api itu.
Terkait kecelakaan ini, Anto dan para orang tua yang anaknya berada dalam gerbong naas itu membuat pengaduan ke Polsekta Medan Timur, Polresta Medan. Mereka juga menuntut pengelola pasar malam membiayai scanning maupun rontgen terhadap anak-anak yang menjadi korban.
Setelah kecelakaan itu, wahana kereta api yang membahayakan tersebut dihentikan operasionalnya oleh polisi. Sementara wahana permainan yang lain tetap dioperasionalka. Pasar malam yang buka sejak 25 Januari ini akan beroperasi di sana 5 Maret mendatang.
(rul/fdn)











































