"Ada dua faktor yang menyebabkan hujan berkurang. Pertama adalah pengaruh modifikasi cuaca yang mampu menjatuhkan awan-awan menjadi hujan sebelum masuk Jakarta. Cluster awan-awan dengan NaCl ke dalam awan sehingga awan jatuh," ujar Krpala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Sugroho dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/2/2013).
Sutopo menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah dilakukan 14 sorti penerbangan dengan pesawat Hercules C-130 yang sekali terbang membawa 4 ton bahan semai dan satu kali dengan Casa 212-200 membawa 800 kg bahan semai. Pembakaran flare untuk menghambat pertumbuhan awan dilakukan di 25 lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutopo mengatakan bahwa kombinasi antara upaya manusia dan alam inilah yang menyebabkan Jakarta aman dari banjir besar hingga saat ini.
Sementara hari ini, cluster awan sudah terbentuk sejak pagi di barat laut menuju wilayah Jabodetabek. "Sorti pertama dengan Hercules membawa 4 ton NaCl terbang pukul 09.39-11.33 WIB mencegat awan-awan di sekitar Teluk Jakarta hingga sebelah barat Lampung," kata Sutopo.
Pantauan radar menunjukkan awan target jatuh menjadi hujan. Sorti kedua pada 14.25-15.40 Wib dengan Hercules dengan 4 ton NaCl menyemai di atas Pandeglang, Serang, Cilegon dan utara Merak. Sorti ketiga dengan Casa membawa 800 kg menyemai sekitar Pandeglang pada ketinggian 15 ribu kaki.
Sementara itu, Ground Based Generator (GBG) juga dioperasikan dengan membakar 36 flare di 13 lokasi dan GBG sistem larutan diaktifkan di 3 lokasi selama 5 jam. "Hasilnya hujan berkurang di Jabodetabek," tutup Sutopo.
(/ndr)










































