Jokowi & 4 Rangsangan untuk Pedagang Kecil

Jokowi & 4 Rangsangan untuk Pedagang Kecil

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 02 Feb 2013 10:59 WIB
Jokowi & 4 Rangsangan untuk Pedagang Kecil
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terus menelurkan terobosan untuk membangkitkan perekonomian wong cilik. Ia membagikan subsidi yang tidak meninabobokan pedagang kelas bawah, seperti 4 aksi Jokowi ini:

Rangsangan yang diberikan Jokowi beraneka macam mulai dari memberikan modal tunai, dan gerobak hingga penyediaan tempat berdagang. Dengan begitu, Jokowi berharap usaha produktif masyarakat bisa tumbuh.

Berikut 4 rangsangan Jokowi untuk pedagang kecil:



1. Modal Jual Gorengan

Tidak hanya membedah kampung kumuh, Jokowi juga memperhatikan sumber pencaharian warga, salah satunya bisnis jualan gorengan.

Dalam acara pemberian motivasi di rapat kerja tahunan 2013 Transmedia di Hotel The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/2/2013), Jokowi siap memberi subsidi guna merangsang usaha produktif masyarakat. Selain itu, ada juga pelatihan guna mempersiapkan sumber daya manusia.

"Subsidi yang tidak meninabobokan. Seperti jualan gorengan di kampung, modalnya hanya Rp 200 ribu bisa hasilkan Rp 20-30 ribu. Juga usaha mikro di kampung modal kecil masa nggak diperhatikan," kata Jokowi yang berkemeja putih.

2. Gerobak PKL

Pedagang Kaki Lima (PKL) terus ditata. Salah satunya PKL di kawasan Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Sedikitnya 28 gerobak diberikan untuk PKL di Masjid Sunda Kelapa. Bantuan ini diserahkan langsung kepada 28 PKL oleh Direktur utama Bank DKI Eko Budiwiyono, Kepala Dinas UKM DKI Ratnaningsih, dan disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Joko Widodo.

"Bantuan ini dimaksudkan untuk menata kembali PKL di Jakarta. Kami juga telah membuat MoU dengan Dinas UKM DKI dan ditandatangani Pak Jokowi, untuk kerjasama program CSR dalam penataan PKL ini," ujar Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2013).

Jokowi mendukung kegiatan ini. "Ya setujulah, bukan setuju lagi, bagus sekali kok, biar jualan nggak sembarangan lagi," ujar Jokowi.

Jokowi sebelumnya juga telah mengunjungi kawasan PKL di Blok M. Jokowi ingin menata PKL, utamanya yang "merampok" trotoar.

3. Untung Gede di Jakarta Night Festival

Jokowi mengizinkan pedagang makanan masuk areal Jakarta Night Festival. Alhasil, pedagang meraup keuntungan hingga tiga kali lipat dari hari biasanya.

"Keuntungannya lumayan, biasanya jam segini baru dapat Rp 100 ribu, sekarang udah Rp 300 ribu," ujar Tri yang ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (31/12/2012).

Gerobak nasi goreng milik Tri memang ramai dikunjungi pembeli. Kebanyakan pembeli adalah warga yang ikut meramaikan Jakarta Night Festival.

Pria yang sudah lima belas tahun menjual nasi goreng ini merasa senang dengan acara Jakarta Night Festival yang digagas oleh Jokowi itu. Dia berharap agar acara ini diadakan setiap tahun.

"Mudah-mudahan acara kaya gini setahun sekali ada, lumayan kalau jualan di acara begini," ujar Tri yang jika siang hari bekerja sebagai agen asuransi itu sambil tersenyum.

Pedagang minuman bernama Rudi juga meraup banyak untung malam ini. Dagangannya laris diserbu pengunjung Jakarta Night Festival.

"Udah dapat Rp 300 ribuan," ujar Rudi.

4. Mal UKM Jadi Pusat Kerajinan Tangan

Jokowi melontarkan ide anyar. Eks Wali Kota Solo ini ingin Mal UKM di dekat Jl Thamrin City dijadikan pusat untuk kerajinan tangan.

"Saya berpikir UKM Center kita itu mungkin akan kita khususkan untuk handycraft. Jadi nanti ada Tanah Abang khusus untuk handycraft," kata suami Iriana ini usai menghadiri acara peresmian pameran kerajian Crafina di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2012).

"Yang di belakang Thamrin yang kemarin kita liat. Saya berpikir mungkin lebih bagus kalau dipakai untuk Jakarta Craft Centre," lanjut Jokowi.

Kapan, Pak? "Sudah jadi kok, tinggal masuk saja. Apapun yang masuk perlu diseleksi sehingga produk-produknya ada yang segmentasi harganya yang bawah, ada segmentasi kelas yang atas. Nanti kita bagi-bagi," jawab ayah 3 anak ini.

Mal UKM di Jl Thamrin City sudah kosong selama 2 tahun. Padahal Mal UKM itu besar dan lokasinya strategis yaitu di belakang pusat belanja Thamrin City.

Pantauan detikcom, Mal UKM itu tampak usang dan catnya bernama pink-merah telah luntur. Tidak ada papan nama raksasa yang menunjukkan nama gedung 6 lantai itu, sehingga masyarakat tentunya tidak banyak yang tahu gedung itu adalah pusat belanja untuk UKM.

Jokowi ingin mal tersebut segera direnovasi. Jokowi telah menginstruksikan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Ratna Ningsih untuk mempromosikan Mal UKM tersebut.

"Kalau perlu tamu hotel-hotel itu dibawa ke sini. Segera dimanfaatkan karena memberi manfaat pada usaha kecil. Insya Allah satu tahun sudah mulai ramai. Ini bisa kok, lokasinya strategis, gedungnya juga bagus. Kalau nggak ada yang bisa garap, saya yang garap. Ini kan urusan saya dari dulu," kata pria 51 tahun ini yang memulai karier sebagai eksportir furnitur ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Ratna Ningsih mengatakan, renovasi Mal UKM akan memakan waktu 6 bulan. Biaya retribusi mal tersebut yakni Rp 5.000 - Rp 15 ribu per hari per kios.

"Yang perlu diperbaiki di Mal UKM ini yakni listrik dan AC. AC-nya kan sentral dan dua tahun mati. Jadi harus dicek. Kalau mahal kita pakai AC standing biar lebih murah," kata Ratna.
Halaman 2 dari 5
(aan/ndr)


Berita Terkait