Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih mengatakan, sejumlah kader sudah mulai terpancing emosinya meski baru melalui SMS. Ia menilai hal itu wajar karena perbuatan tidak bertanggung jawab itu menghina nama PKS.
"Ini sangat menghina PKS. Mereka (kader) baru SMS agak emosional. Saya rasa wajar, di PKS banyak anak mudanya," kata Fikri di kantor DPD PKS Kota Semarang, Jl Barusari Semarang, Jumat (1/2/2013).
Ia menambahkan, selain di Semarang, penghinaan juga terjadi di Yogyakarta dengan dipasangnya lima spanduk putih khas PKS namun bertuliskan 'Partai Korupsi Sapi'. Lalu, apakah ini perbuatan dari lawan politik PKS atau orang iseng?
"Ya enggak tahu, tapi kalau iseng masak bikin spanduk rapi dan bagus. Ada foto tubuh terus kepalanya sapi. Itu dibuat oleh profesional, bukan iseng. Kalau di sini cuma pakai cat semprot," tandas Fikri.
"Ini sangat provokatif, kalau kader-kader terpancing berbahaya. Kader baru SMS, tapi kami berhasil meredam. Kalau ada provokasi terus marah-marah, itu bukan solusi," imbuhnya.
Papan nama PKS yang dicoreti tulisan 'SAPI' warna merah itu baru diketahui pihak kader pagi tadi. Eksekusi pun segera dilaksanakan. Papan nama di Jl Wolter Monginsidi itu kini sudah dicopot dan dibawa ke kantor DPP PKS Semarang.
Ketua DPD PKS Kota Semarang, Agung Budi Margono mengatakan, sebelumnya di lokasi yang sama tepatnya 27 November 2012 lalu, papan nama yang masih berupa MMT (bahan sejenis plastik disobek.
"Lokasinya sama, itulah yang aneh. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang," kata Agung.
(alg/trw)











































