Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan fit and proper test akan melibatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat bisa menilai dan memberi masukan terkait rekam jejak calon camat dan lurah tersebut.
"Kita bisa cocokkan dengan walikota, cocokkan dengan masyarakat. Pak, kita banyak tim relawan kan. Kalau ada yang ngaku tahu info si calon kita tinggal cek. Fit and proper test orang ini," kata Ahok di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang yang pengen jadi camat, jadi lurah yang ngelamarlah gitu ya, membuat
program 'kalau saya jadi camat, saya bisa beresin ini'. Terus dia punya
masa programnya, bisa saya face seperti apa. Nah terus mungkin dia bisa
bilang 'saya bisa tambah biaya, tidak ada nyamuk pokoknya di kelurahan
saya'. Bisa gitu kan," papar Ahok seraya memberi contoh.
Ahok memastikan terobosan itu digelar Februari. "Februarilah, ini sudah Februari yah. Pokoknya jangan lewat Februarilah Pak Gubernur maunya," kata Ahok.
Ahok menambahkan Pemprov DKI Jakarta sedang menggodok regulasi dan sistem pemilihannya.
(aan/nrl)










































