"Sifatnya pinjaman, sampai sekarang belum (dikembalikan -red)," kata Herman usai menjaani pemeriksaan singkat di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).
Uang itu, kata Herman, agar Choel membantu memperkenalkannya dengan kepala daerah. Agar nantinya dia mudah masuk untuk ikut dalam tender proyek yang diadakan di daerah bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herman membantah uang yang diberikan ke Choel itu terkait proyek Hambalang. Mengenai Hambalang, Herman menyatakan dia mendapatkan subkontrak langsung dari kontraktor utama PT Adhi Karya. Ini merupakan proyek dari kementerian yang pertama digarap perusahaannya.
"Kalau yang Hambalang saya subkon langsung dari Adhi. Saya gak pernah di sini (proyek kementerian -red). Ya baru ini. Saya sebelumnya di daerah-daerah," kata Herman yang mengaku dirinya berposisi sebagai komisaris, bukan direktur seperti dituturkan Choel.
(/lh)










































