Apa Kabar Kuis Mega Rp 14,1 M?

Apa Kabar Kuis Mega Rp 14,1 M?

- detikNews
Rabu, 29 Sep 2004 10:18 WIB
Jakarta - Masih ingatkah Anda pada Kuis Mega Rp 14,1 miliar yang digelar menjelang pilpres II yang sempat menghebohkan dulu? Bagaimana nasib sayembara bertajuk Indonesia Sukses pasca kekalahan Mega dalam pilpres?Jawabnya, entahlah. Iklan lanjutan sayembara dengan tedeng beasiswa pendidikan yang digelar Yayasan Investigasi, Mediasi dan Monitoring (IMM) tidak pernah muncul hingga kini.Untuk mengkonfirmasi kelanjutan kuis itu, detikcom berulang kali mencoba mengontak handphone Direktur IMM Dr Ing Ignatius Iryanto. Sayangnya, selalu tidak aktif. Sedangkan telepon Kantor Yayasan IMM di Jl.Tangkas Baru No 26 B Jakarta saat dihubungi Rabu (29/9/2004) juga selalu terdengar nada sibuk.Namun pada saat dikontak pekan lalu, Nia, salah staf IMM menegaskan bahwa kuis itu tetap digelar sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun Nia tidak bisa merinci soal kesediaan "lembaga donor" apakah tetap akan menyetor hadiah sesuai kesepakatan.Seperti diketahui, pada 6 September lalu muncul iklan satu hingga dua halaman di media massa tentang sayembara pendidikan total hadiah Rp 14,1 miliar yang dibagi kepada 1.596 pemenang. Hadiah ini bisa dibilang terbesar di antara yang pernah ada di Indonesia untuk kuis pendidikan.Bukan hanya itu, sayembara yang diselenggarakan oleh Yayasan IMM itu mampu menggalang 16 BUMN sebagai penyandang dana. Sayembara tersebut merupakan kerja sama dengan Kementerian BUMN. Iklan itu menjadi buah bibir karena materinya tentang prestasi pemerintahan Megawati sehingga dicurigai sebagai kampanye Mega. Di iklan itu juga ada tulisan Mega Fakta sehingga terkenal juga sebagai sayembara Mega Fakta.Panwaslu kemudian mengeluarkan rekomendasi kepada Departemen Sosial sebagai lembaga yang mengeluarkan izin undian untuk menangguhkan sayembara itu hingga berakhirnya coblosan 20 September.Pihak Yayasan IMM pun kemudian memperpanjang masa pengiriman form undian menjadi akhir September ini. Sayangnya, perpanjangan itu tanpa ada pemberitahuan lewat media massa seperti iklannya gede-gedeannya pada 6 September lalu. (nrl/)


Berita Terkait