Rasya Alfino Azmi, bayi berusia lima bulan, meninggal setelah dicekik oleh perampok di Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rasya akan dimakamkan siang ini usai salat Jumat di TPU Karet Bivak.
"Sudah diambil di rumah duka RSCM pagi ini pukul 05.30 WIB. Akan dimakamkan di TPU Karet Bivak usai salat Jumat," ujar ayah Rasya, Ahmad Syarifuddin (30) yang biasa dipanggil Asep.
Hal itu diungkapkan di kediamannya Jl Karet Pasar Baru Barat I RT 01/06, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya bareng bertiga di rumah, tapi yang anak kedua tidak mau diajak ke rumah, dia emang agak sensitif. Untung saja nggak pulang, kalau pulang tiga-tiganya bisa kena. Habis saya pulang kerja sudah sore sudah rame di rumah, (bayi Rasya) sudah dibawa ke Klinik Viva Medika lalu dibawa ke RSCM," tuturnya.
Syarifuddin belum mengetahui pasti bagaimana kronologi kejadian yang membuat anak bungsunya itu meninggal. Sebab sang pembantu belum bisa ditemui karena masih trauma dan masih diperiksa polisi.
"Belum tahu karena belum bisa diajak bicara pembantunya. Kan yang tahu hanya dia," kata Syarifuddin dengan wajah terpukul.
Syarifuddin belum mengenal dekat pembantunya tersebut. Sebab, pembantunya itu baru bekerja di rumahnya selama 2 bulan.
"Nama lengkapnya saya kurang tahu, nama panggilannya Irma. Usia juga ngga tahu, karena di sini baru sekitar 2 bulan, mungkin sekitar usia 20-an," ungkapnya.
Perampokan yang terjadi di rumah Syarifuddin di Jalan Karet Pasar Baru Barat I RT 01/06, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terjadi Kamis (31/1/2013). Warga yang ditemani kerabat dari ayah bayi malang tersebut menemukan si bayi terikat dan kehabisan nafas. PRT Irma juga ditemukan terikat dan disumpal mulutnya namun tidak terluka.
(ega/nrl)











































