Agustinus terus menghalau orang-orang yang hendak membujuknya turun dari tower di depan JCC, Senayan, Jakarta Pusat. Seorang pria yang padahal sudah dekat dengan Agustinus juga merasakan hal yang sama. Diusir dengan tongkat kayu yang dimiliknya.
Pria bernama Yusuf yang mengaku dari Forum Peduli Bencana Indonesia ini awalnya lancar-lancar saja naik tower tersebut, Jumat (1/2/2013). Yusuf memilih jalur yang tidak terlihat oleh Agustinus.
Setingkat demi setingkat berhasil dilalui Yusuf. Agustinus memang tidak melihat karena pandangannya ke arah jalan raya. Sedangkan 'jalur' yang ditempuh Yusuf dari arah sebaliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal tinggal dikit lagi," kata Yusuf.
Meski demikian, saat itu Agustinus sempat mengatakan kepada Yusuf bahwa ia pasti akan turun hari ini. Namun sebelum turun, seorang pendeta dan salah satu kuasa hukumnya, Esther Christiana.
"Mana pendetanya kok nggak datang-datang," tanya Agustinus seperti ditirukan Yusuf.
Saat ini, tidak ada lagi terlihat mobil pemadam kebakaran. Polisi juga hanya berjaga-jaga jauh dari lokasi tower. Itu pun hanya 5 personel.
Seperti yang diketahui, pukul 07.00 WIB sejak Kamis (31/1) kemarin, Agustinus naik tower SUTET di Senayan yang memicu kemacetan lalu lintas. Dari atas tower Agustinus melemparkan map yang berisi 4 berkas yang isinya kasus tanah yang diadapinya. Berkas-berkas itu ditujukan ke berapa lembaga di antaranya Komnas HAM dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang kini sudah bubar.
(mok/nrl)











































