20 Ruang Kuliah Akaba - Untag Semarang Ludes Dilalap Api
Rabu, 29 Sep 2004 00:18 WIB
Semarang - Musim kering lekat dengan kebakaran. Hal itu terjadi di Semarang. Kali ini, si jago merah mengamuk di Kampus Akademi Bahasa Asing (Akaba) 17 Universitas 1945 (Untag) Semarang, Jl. Seteran Tengah, Selasa (28/09/2004). Akibat kebakaran itu, 20 ruang ludes terbakar.Api mulai membakar kampus yang berada di tengah Kota Semarang itu sekitar pukul 22.15 WIB. Berawal dari ruang senat mahasiswa. Setelah itu, api terus merambat tak terhambat.Saksi mata Nanik (48) menyatakan, dia mengetahui api membumbung diatas genting ruang senat mahasiswa sekitar jam 22.15 WIB. Saat itu pemilik rumah depan kampus itu tidur. Dia baru bangun setelah ada suara klakson mobil yang dibunyikan berulang-ulang di depan rumahnya."Setelah bangun, saya langsung turun dari kamar saya yang ada di lantai 2 dan memanggil-manggil beberapa tetangga. Kemudian, para tetangga datang,β ujar Nanik saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.Saksi mata lainnya Dodi Untung Priambodo (24) warga Jalan Seteran Tengah Nomor 25 A Semarang mengatakan bersama dengan penduduk setempat dirinya berusaha memadamkan api. Namun, api bertambah besar."Saya berusaha mendobrak ruang senat mahasiswa tetapi tidak berhasil sebab pintu terkunci rapat. Api cepat membesar karena di dalam ruangan itu ada beberapa buku dan setero foam (gabus)," duga Dodi.Sekitar pukul 22.45 WIB, sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran datang. Puluhan petugas dari Polsek Semarang Tengah, Polres Semarang Timur dan Polwiltabes Semarang juga datang untuk berjaga-jaga di sekitar lokasi.Belum diketahui secara pasti, apa penyebab dari kebakaran itu. Begitu juga dengan total kerugiannya. Petugas belum berani menduga-duga. Mereka masih menuggu hasil penyelidikan.Ke-20 ruangan yang ludes tersebut antara lain, Ruang Kantor Yayasan Pendidikan, Ruang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Senat Mahasiswa, UKM Mahasiswa Pencita Alam (Mapala), UKM Musik, dan UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) 905.Selain itu, UKM Forum Mahasiswa (Forma) Muslim, UKM Forma Kristen-Katholik, sekretariat dan perkantoran serta ruang kuliah Bahasa Belanda dan Inggris juga ikut terbakar. Ruang yang terselamatkan hanya mushola, ruang dosen, aula dan ruang alumni.Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB (29/09). Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sekadar diketahui, Kampus Akaba - Untag ada empat lokasi di Semarang yakni di Jl. Bendan Dhuwur (pusat), Jl. Pemuda, Jl. Imam Bonjol, dan Jl. Seteran Tengah (yang terbakar).Selidiki Oknum InternalDirektur Akaba - Untag, Suwandi saat ditemui di lokasi menyatakan, yayasan akan segera melakukan rapat koordinasi dan menyelidiki pelaku kebakaran."Kami menduga serta saya mendengar informasi ada oknum yang secara sengaja melakukan kecerobohan ini," terang Suwandi.Wakil Ketua Yayasan yang mendampingi direkturnya, Suyanto menyatakan biasanya beberapa mahasiswa ada yang menginap di beberapa ruang UKM. Untuk itulah, pihaknya akan meminta keterangan kepada beberapa aktifis mahasiswa yang biasa tinggal atau tidur di kampus."Kemarin memang anak-anak Resimen 905 pulang dari pelatihan di Malang terus menginap di kampus. Namun, saat sore tadi sekitar jam 21.00 Wib saya lihat masih ramai. Makanya saya kaget begitu mendengar kabar kampus terbakar," aku Suwandi.Ketika ditanya soal penjaga malam, Suwandi mengatakan saat kejadian penjaga malam Paidi (60) terlelap tidur. Dia tidak ada di lokasi, karena kebetulan rumahnya jaraknya hanya sekitar 100 meter dari kampus.
(nrl/)











































