Salah satu kuasa hukum Luthfi, Zainuddin Paru, mengakui jika kliennya itu belum berbicara banyak mengenai Ahmad. Zainuddin pun menyebut Ahmad adalah pengusaha importir daging.
"Dia adalah pengusaha importir daging," kata Zainuddin saat berbincang dengan detikcom, Jumat (1/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau bilang banyak yang hubungi dia, lewat telepon, BBM, SMS, dan tidak ada yang kenal dekat. Saya tanya ke teman-teman PKS juga pada nggak kenal," jelas Zainuddin.
Satu hal yang pasti, lokasi usaha Ahmad ada di Jakarta. Namun informasi detil soal pria yang diduga sebagai orang yang nantinya bakal menyerahkan uang Rp 1 miliar ini kepada Luthfi belum berhasil didapatkan Zainuddin.
"Saya belum tahu karena belum bicara banyak dengan Pak Luthfi mengenai hal ini," elak Zainuddin.
Dalam kasus kuota impor daging, Luthfi Hasan ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama dengan orang dekatnya, Ahmad Fathanah. Keduanya, diduga menerima pemberian uang dari dua direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Perusahaan itu bergerak di bidang impor daging.
Peristiwa berawal dari penangkapan terhadap empat orang di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (29/1) malam. Mereka yang ditangkap adalah Ahmad, Arya Effendi, Juard Effendi, dan seorang mahasiswi PTS bernama Maharani. Barang bukti yang didapatkan adalah uang sebesar Rp 1 milliar.
Setelah KPK merilis kronologi penangkapan, penyidik menjemput Luthfi di kantor DPP PKS di Jl TB Simatupang pada Rabu (30/1) malam. Usai menjalani pemeriksaan dan bermalam di lantai penyidikan KPK, Luthfi ditahan di Rutan Guntur. Mengenakan baju tahanan, Luthfi menyatakan mengundurkan diri dari posisinya sebagai presiden PKS pada Kamis (31/1).
(mok/vid)











































