"Air kadang jalan, ya kadang nggak di sini," kata Amir Mahmud, salah seorang penghuni lantai tiga di Cluster B rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (31/1/2013).
Masalah air ini pun dibenarkan Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Franky Mangatas Panjaitan saat melakukan sidak penanganan pasca siaga banjir di rusun ini. Frangky menyebutkan penanganannya akan dilakukan dinas perumahan provinsi DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Franky menjelasan Inspektoratnya tidak melakukan penanganan secara khusus karena hanya bertugas sebagai pengawas internal. Dia menjelaskan pengawasan akan dilaksanakan terus untuk mendorong kinerja petugas internal di rusun dengan baik.
"Kita tidak mengerjakan secara khusus. Kita melihat sebagai pengawas internal, akan mendorong semua melakukan secara baik," ujar Franky.
Sementara pantauan detikcom di lokasi, ada sekitar 8 unit saluran air dengan pipa besi berwarna kuning di cluster B yang belum terpasang dengan meteran air atau pipa air di dalam tanah. Beberapa lantai rusun yang telah dihuni pun masih menunjukkan meteran air pada angka 000000, artinya belum ada air mengalir.
Namun informasi yang diterima menyebutkan air di cluster B rusun Marunda mengalir secara bergiliran per lantai atau per blok. Belum diketahui berapa biaya yang dibebankan penghuni untuk air ini.
(vid/lh)











































