Kritik dan saran masyarakat terkait petugas Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) di Bandara Soekarno-Hatta direspons DPR. Tak heran kalau hasil rapat BNP2TKI dan Komisi IX memutuskan bahwa petugas di bandara akan diganti dengan perempuan.
"Mengganti petugas pendataan pria dengan petugas pendataan perempuan serta memberikan kemudahan pada pelayanan TKI secara mandiri," kata Wakil Ketua Komisi IX Irgan Chairul Mahfiz di DPR, Senayan, Kamis (31/1/2013). Keputusan itu merupakan kesimpulan rapat antara BNP2TKI dan Komisi IX DPR.
Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat pun merespons positif keputusan itu. Dia optimistis langkah ini akan mengurangi imej negatif di bandara. Langkah ini menurutnya, bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, soal premanisme di bandara, Jumhur mengaku tidak bisa menghapusnya terhadap TKI yang baru pulang. Alasannya, kewenangan tidak semua ada padanya.
"Tapi kalau premanisme nggak bisa jamin. Kan bukan wilayah saya, ada kewenangan Angkasa Pura. Kita selalu koordinasi," katanya.
Petugas bandara dari BNP2TKI yang akan diganti keseluruhan berjumlah 16 orang termasuk pimpinan. Selain mengganti petugas, BNP2TKI juga menginginkan agar pendataan TKI dihilangkan agar tidak ada peluang premanisme terhadap TKI.
Sebenarnya sesuai aturan Permenakertrans No 16/2012 tentang Tata Cara Pemulangan TKI disebutkan bahwa TKI hanya didata saja dan bisa langsung pulang. Langkah itu diambil Muhaimin untuk menghindari diskriminasi pada TKI.
(ndr/ndr)











































