"Seperti kemarin banjir, tanggul Latuharhary jebol, air semuanya masuk ke Thamrin, HI dan sekitarnya. Kemudian lari ke Pluit, Penjaringan, Muara Baru. Semuanya melihat itu. Kami hanya ingin menyampaikan program jangka pendek yang akan kita lakukan," kata Jokowi dalam rapat dengan Komisi V DPR.
Rapat digelar di ruang rapat Komisi V DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/11/2013). Selain Jokowi, Komisi V DPR juga mengundang Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Menteri PU Djoko Kirmanto, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Kepala Basarnas M Alfan Baharuddin. Semua undangan hadir kecuali Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika yang bekerja hanya DKI saja itu tidak akan selesai. Dan jika Kemen PU saja yang bekerja tidak juga akan selesai. Karena ini menyangkut hulu dan hilir. Semuanya harus segera dimulai dan menyangkut anggaran yang tidak sedikit," kata Jokowi.
"Kalau tidak segera dilakukan maka setiap tahun akan banjir terus. Saya tidak yakin tahun 2016 banjir hilang di Jakarta kalau cara bekerjanya seperti ini, baru ramai-ramai kalau ada banjir, nanti setelah musim kering lupa lagi dan banjir lagi. Sehingga mari kita sama-sama fokus mengatasi ini dan dipercepat," ajaknya.
Jokowi menuturkan dirinya terus berkoordinasi dengan Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga hadir dalam rapat. Sejumlah proyek siap segera dikerjakan bersama-sama pemerintah pusat dan DKI.
"Untuk 2013 tahun ini kami bekerja di DKI, baik menyangkut normalisasi sungai, kemudian kegiatan pembebasan lahan di Cakung, kemudian embung (tempat penampungan air-Red) dan yang itu akan kita buat di 5 wilayah. Seperti di Situ Babakan, Pondok Rangon dan lainnya. Kemudian penangan sampah secara besar-besaran tahun ini. Kita ingin mengusulkan normalisasi kali Ciliwung yang tahun ini akan buat codet di Kanal Banjir Timur, kemudian Kali Pesanggrahan, Angke dan Sunter," paparnya.
Jokowi juga mengusulkan pembangunan waduk Ciawi dan Cimanggis meskipun banyak pihak menilai program ini tidak efektif. Jokowi juga memaparkan rencananya membangun sumur resapan.
"Bagi saya itu berpengaruh dan gunanya juga bagi penyediaan air baku bagi Jakarta. Tahun ini kami juga akan membangun sumur resapan minimal 20.000 dikerjakan dengan APBD dan 10.000 dipaksa untuk dibangun oleh hotel, areal perumahan dan lain-lain. kemudian untuk deep tunnel agar ini segera bisa dikerjakan, karena paling tidak ada sebuah skenario untuk lari air apabila terjadi kayak kemarin jebolnya sebuah tanggul dan ini bisa dikerjakan oleh APBN, APBD, dan investor," tandasnya.
(van/nrl)











































