Survei: Publik Lebih Percaya Media dan Bisnis Dibanding Pemerintah

Survei: Publik Lebih Percaya Media dan Bisnis Dibanding Pemerintah

Ahmad Juwari - detikNews
Kamis, 31 Jan 2013 12:14 WIB
Jakarta - Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah dinilai masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah persepsi korupsi dan penyalahgunaan kewenangan yang masih tinggi.

"Pemerintah masih memiliki tantangan berat dalam menjaga kepercayaan masyarakat, kepercayaan terhadap pemerintah sebesar 47%, rata-rata global 48%" ujar Brand and Corporate Strategy Directro Edelmen Indonesia Henry Manampiring.

Hal ini dikatakannya dalam Rilis Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Pelaku Industri, Pemerintah, LSM, serta Media oleh Edelman Trust Barometer, di Mercantile Athletic Club, Lt 18 WTC, Jl Sudirman Kav 29-31, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Walaupun terjadi peningkatan 7 digit dibanding tahun sebelumnya sebesar 40%, angka kepercayaan ini masih rendah dibanding kepercayaan terhadap bisnis dan media.

"Tingginya tingkat kepercayaan terhadap media sebesar 77% dan bisnis sebesar 74%, jumlah ini jauh lebih tinggi dari rata-rata tingkat global, masing-masing sebesar 57% dan 58%," tambahnya.

Masih rendahnya tingkat kepercayaan kepada pemerintah salah satu penyebabnya karena persepsi korupsi. "71% menyebutkan bahwa persepsi korupsi, penyalahgunaan kewenangan dan keputusan yang ditopang oleh insentif yang keliru sebagai alasan berkurangnya tingkat kepercayaan mereka," katanya.

Survei ini dilakukan Edelmen Trust Barometer pada 16 Oktober hingga 28 Novemver 2012 lalu dengan metode wawancara. Edelmen melibatkan 31.000 responden di 26 negara dan dari jumlah tersebut 1.200 orang berasal dari Indonesia.

(/)


Berita Terkait