5 Jurus Andalan Jokowi Sosialisasikan Program Unggulan

5 Jurus Andalan Jokowi Sosialisasikan Program Unggulan

- detikNews
Kamis, 31 Jan 2013 11:45 WIB
5 Jurus Andalan Jokowi Sosialisasikan Program Unggulan
Jakarta -

1. Poster APBD

Jokowi berencana menyebar poster-poster APBD ke kampung-kampung Jakarta. Dengan begitu, warga DKI di kelas bawah sekalipun diharapkan mengetahui tentang APBD DKI.

"Jadi (sebar poster APBD). Nanti tak tunjukin posternya. Saya udah ngomong tinggal tunggu realisasinya," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2013).

Selain poster, APBD DKI Jakarta akan dipublish secara online. "Online kan yang buka kan kamu-kamu saja (wartawan), rakyat bawah kan tidak bisa buka itu juga. Jadi mestilah, poster ini supaya semua orang bisa lihat. APBD DKI berapa, untuk jalan berapa, untuk kampung kumuh berapa, beli bus berapa," ujar Jokowi.

2. Gambar Rusun

Jokowi berencana membangun rumah susun baru di kawasan Daan Mogot dan Cilincing. Lahan sudah siap dan tinggal menunggu perizinan.

"Daan Mogot sama yang satunya di mana ya? Daan Mogot sama di Cilincing," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2013).

Rusun itu berjumlah 12 tower. "Iya nunggu izin. Izin dari kita. Kalau sudah keluar izin dari kita, langsung dikerjain," ujar Jokowi.

Izin rumah susun kapan keluar? "Satu hari, dua hari, tiga hari," kata suami Iriana ini.

Bagaimana jika masyarakat tidak mau pindah ke rusun? "Masyarakat nggak mau gimana? Kemarin kamu nggak mau, setelah didatangi ngantre," jawab Jokowi.

Menurut Jokowi, diperlukan sosialisasi yang menarik untuk menjaring minat calon penghuni rusun.

"Rusunnya perlu digambar, dipromosikan. Nggak ngerti ya masyarakat kadang-kadang kan nggak ngerti rusun itu gimana. Dalamnya kayak apa. Tapi setelah kemarin itu Pak Wagub langsung carikan bus, ajak ke sana nonton. Waaah antre," kata Jokowi.

Selain itu, kata dia, perlu trik memberi 'hadiah' bagi penghuni rusun pertama dan sistem pengelolaan rusun juga akan diubah. "Ya kaya gitu triknya. Nonton tapi juga sudah penuh mebel, TV, kulkas, masa nggak mau. Kebangetan nggak mau," kata Jokowi.

3. Rembuk Konsep Kampung

Jokowi menyerap aspirasi warga Kampung Pulo terkait konsep kampung yang akan dibangunkan Pemprov DKI untuk mereka.

Ditemani bersama beberapa jajarannya, Jokowi menemui sejumlah tokoh dan perwakilan warga yang sudah menunggu di sebuah lapangan kecil persis di pinggir kali Ciliwung.

"Saya sosialisasi di Kampung Pulo, artinya mulai berbicara dengan masyarakat. Apa sih keinginan mereka? Kebutuhan mereka apa? Itu baru awal, mungkin bisa 3,4,5, atau 6 kali ketemu," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/12).

Jokowi menjelaskan konsep yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tergantung pada warga ketika menyampaikan konsep penataan kampungnya secara musyawarah.

"Kita partisipatif. Ini lho ada konsep dari pemprov, dari pemda. Kemudian masyarakat memberi masukan apa, mungkin bisa berubah di lapangan kenapa tidak. Karena ini membangun partisipasi dari bawah dari akar rumput," ujar Jokowi.

4. Senyum & Jangan Judes

Jokowi berpesan agar warga menggunakan KJS sebaik-baiknya, dan petugas di puskesmas maupun rumah sakit melayani dengan senyum, tidak judes.

"Jadi nanti Bapak Ibu bawa kartu ini ke puskesmas, kalau sakitnya parah ke rumah sakit, tunjukkan kartu ini. Kalau tidak dilayani dengan baik sampaikan nanti saya laporin gubernur. Yang di puskesmas dokternya juga baik-baik, senyum, tidak judes. Di rumah sakit juga begitu. Nanti yang judes dan nggak senyum dicopot, mau nggak? Senang ya kalau ada yang dicopot. Nanti dilaporin kalau ada pelayanan nggak baik," ujar Jokowi saat memberi sosialisasi tentang KJS di lapangan RT 04/06 Kampung Sungai Tirem, Marunda, Jakarta Utara, Senin (12/11/2012).

Jokowi juga meyakinkan warga agar tidak segan-segan menggunakan kartu tersebut. Pasalnya, kartu tersebut tidak berarti warga tidak membayar. Kartu itu bisa digunakan warga untuk berobat menyembuhkan penyakit ringan hingga kanker.

5. Pesan Singkat Pajak

Saat mensosialisasikan budaya membayar pajak. Ia meminta pesan terhadap wajib pajak dibuat singkat agar menarik.

"Memang kita harus berubah, menginovasi hal-hal yang bersifat monoton. Semuanya ini harus diubah. Pola pasang spanduk juga harus diubah. Memasang tagline jangan panjang-panjang, pasang yang pendek-pendek saja, misalnya "Bayar pajak kamu akan jadi kaya" wah orang baca itu. Jadi sudah harus berganti. Juga jangan sampai wajah saya dipasang di dalam spanduk, baliho, saya tidak mau," papar Jokowi yang mengenakan batik lengan panjang warna cokelat itu disambut tawa hadirin.

Demikian sambutan Jokowi dalam diskusi bertajuk "Karakter jujur, inovatif, tanggap, unggul" yang digelar di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar Setu, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012).

"Kalau visi sebuah daerah itu harusnya yang dipasang tari, lokasi wisata dan lain-lain bukan yang ada malah wajah kepala daerahnya. Nah... ini mau mengunjungi Pak Gubernurnya atau daerahnya itu keliru. Pajak juga sama jangan sampai di spanduk itu fotonya kepala pajak. Nggak yang bayar pajak nanti. Tidak seperti itu, semuanya harus diganti, diperbaharui," kata Jokowi yang lagi-lagi disambut tawa hadirin.

Halaman 2 dari 6
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads