Di Belanda, khat diperkenalkan oleh para pencari suaka politik dari Somalia. Dalam bahasa gaul, tanaman ini disamarkan dengan nama Somalische Thee atau Teh Somalia.
Karena efek narkobanya itu, para bandar kemudian mengembangkan Katinon Sintetis secara kimiawi dan bisa diproduksi secara massal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farmakologinya, katinon-katinon sintentis menunjukkan reaksi sebagai perangsang sistem saraf pusat seperti pada fenethylamine.
EMCDDA mencatat bahwa berdasarkan observasi atas pasien yang diduga keracunan mephedrone, terlihat bahwa senyawa turunan katinon ini menunjukkan efek simpatomimetik mirip dengan senyawa turunan amfetamin.
Kasus keracunan fatal pertama yang terkonfirmasi terkait langsung dengan penggunaan mephedrone tercatat di Swedia pada tahun 2008.
Paling banyak beredar dalam periode sampai tahun 2010 adalah mephedrone dan methylone. Senyawa turunan katinon ini diklaim memiliki efek serupa dengan kokain, amfetamin atau methylene-dioxy-meth-amphetamine (MDMA) biasa disebut XTC, ecstasy, alias inex.
Mephedrone dan methylone umumnya dijumpai dalam bentuk serbuk kristal putih atau coklat. Kadang-kadang dikemas dalam bentuk tablet atau kapsul. Sebagian pengguna menikmati serbuk ini dengan cara dihirup melalui hidung. Karena sifatnya yang larut dalam air, sebagian pengguna lainnya juga memakai cara suntik.
Dari survei pada akhir 2010 bekerjasama dengan majalah music & dance Inggris, Mixmag, terungkap bahwa mephedrone merupakan narkoba yang paling banyak digunakan setelah ganja, XTC alias ecstasy alias inex dan kokain.
Negara-negara Belgia, Denmark, Jerman, Estonia, Irlandia, Perancis, Italia, Lithuania, Rumania, Swedia, Kroasia dan Norwegia memasukkan mephedrone ke dalam daftar 'G' (gevaarlijk, obat berbahaya), yang diperlakukan sama sesuai Undang-undang Opium.
Methylone masuk daftar 'G' di Denmark , Irlandia, Rumania dan Swedia. Sedangkan butylone juga masuk daftar 'G' di Denmark, Irlandia, Rumania, Swedia dan Norwegia, kemudian flephedrone di Denmark, Irlandia dan Rumania, serta MDPV di Denmark, Irlandia, Finlandia dan Swedia.
Untuk memudahkan kontrol dan pengawasan, EMCDDA mengidentifikasi bahwa Synthetic Cathinone itu dipasarkan dengan nama-nama alternatif, antara lain Explosion, Blow, Recharge, plant food, bath salts, atau research chemicals, seringkali disertai peringatan 'Bukan untuk Konsumsi Manusia'.
Nama-nama lain kimianya Mephedrone (4-methylmethcathinone), flephedrone (4-fluoromethcathinone), MDPV (3,4-methylenedioxypyrovalerone. Pengguna di Eropa menyebut mephedrone dengan M-Cat, meph, drone, miaow, meow meow, subcoca-1 dan bubbles. Sementara methylone di kalangan mereka disebut Top Cat.
Orang-orang yang menyalahgunakan Synthetic Cathinone ini melaporkan bahwa mereka mengalami insomnia, depresi, paranoia, delusi, ingin bunuh diri, kejang, serangan panik, agitasi, lekas marah, dan pusing-pusing. Selain itu juga gangguan persepsi realitas, dan penurunan kemampuan untuk berpikir jernih.
Efek pada tubuh tercatat antara lain menyebabkan denyut jantung meningkat cepat yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke, sakit dada, mimisan, berkeringat, mual, dan muntah.
Ingin cepat mati muda, hancur segala-galanya (fisik, psikis, karir, harta kekayaan), atau minimal masuk penjara? Pilihan ada di tangan Anda. (es/es)










































