Paloh sendiri tak sepakat jika persaingannya dengan Ical dianggap memanas. Meskipun Paloh yang harus mengakui kemenangan Ical di kongres Golkar kini sudah menjabat Ketua Umum Partai NasDem.
"Nggak juga. Saya sudah menegaskan ketika pertama sekali pidato penutupan kongres, bagaimana partai-partai politik bisa mengedepankan sebuah kompetisi di dalam harmoni, bersahabat, saling menghargai. Nasdem ingin berpegang pada prinsip-prinsip itu lah ya," kata Paloh kepada detikcom di Kantor Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Selasa (29/1/2013).
Namun Paloh tak memungkiri adanya persaingan antara Golkar dan NasDem. Tentu saja dia dan Ical ini bersaing dengan cara berbeda.
"Saya bersaing dalam hal apa? Kalau saya sebagai ketua umum partai politik tentu persaingannya adalah masing-masing ingin membesarkan dan menjalankan misi partai ini. Pak Ical ingin membesarkan partai Golkar dan membawa misi partai Golkar. Saya membawa partai NasDen dan membesarkan partai NasDem,"katanya.
Lalu apakah persaingan itu akan sampai ke Pilpres 2014? Untuk masalah ini, Paloh belum mau terbuka.
"Saya sudah berulang kali nyatakan bagi NasDem ini terlalu dini, dan sebenarnya sayang untuk membuang energi berpikir ke arah itu,"tegasnya.
(van/ega)











































