Hajriyanto: Ical vs Paloh, Duel Ksatria di Pemilu 2014

Hajriyanto: Ical vs Paloh, Duel Ksatria di Pemilu 2014

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 29 Jan 2013 17:43 WIB
Hajriyanto: Ical vs Paloh, Duel Ksatria di Pemilu 2014
Jakarta - Eks politikus Golkar yang saat ini menjadi Ketum NasDem Surya Paloh akan berhadapan dengan Ketum Golkar Aburizal Bakrie di Pemilu 2014. Petinggi Golkar tak sabar menunggu duel dua kandidat Ketum Golkar di masa lalu ini.

"Sekarang Surya Paloh Ketum NasDem bagi Partai Golkar justru menjadi positif, daripada kita berkompetisi dengan NasDem tapi Surya Paloh tidak terus terang tampil di muka. Kalau ksatria ingin selalu berhadapan kompetitor secara ksatria," kata Ketua DPP Golkar, Hajriyanto Y Thohari.

Hal itu disampaikan Hajri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1/2013). Hajir menyampaikan hal tersebut menanggapi pertanyaan mengenai persaingan antara Surya Paloh dan Ical di Pemilu 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hajri mengatakan Golkar antusias menanti kompetisi dengan Partai NasDem. Pertarungan meraih suara antara punggawa Golkar dan eks punggawa Golkar yang ada di NasDem akan menjadi ajang adu gengsi setelah Surya Paloh langsung memimpin NasDem.

"Kalau ksatria selalu ingin berhadapan dengan kompetitor yang ready, sehingga kemenangan yang diraih adalah kemenangan yang membanggakan," ujarnya.

Seperti diketahui Surya Paloh telah dikukuhkan menjadi Ketua umum Partai Nasional Demokrat (NasDem). Persaingan lama Surya Paloh dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) pun kembali membara.

Di Kongres Partai Golkar Oktober tahun 2009 lalu, Paloh bersaing sengit dengan Ical. Paloh akhirnya harus mengakui kemenangan Ical di Kongres Golkar setelah tertinggal 56 suara. Pada perhitungan Kongres Golkar 8 Oktober 2009 lalu, Paloh yang hanya mendapatkan 240 suara harus mengakui kekalahan Ical yang meraih 296 suara. Ical kemudian dinobatkan menjadi ketua umum Partai Golkar, menggantikan Jusuf Kalla (JK).

Surya Paloh kemudian keluar dari Golkar dan mendirikan Ormas NasDem yang selanjutnya berkembang menjadi Partai NasDem. Setelah partai itu lolos pemilu, Surya kemudian menduduki posisi Ketum Partai NasDem. Kini keduanya bersiap kembali bersaing sengit. Tidak hanya adu kuat Golkar vs NasDem, tapi juga mengadu nasib di Pilpres 2014.

"Sejauh ini sih Pak Surya Paloh bilang siapapun presidennya nggak masalah, asal jangan Ical," kata sumber detikcom di internal NasDem.

Wasekjen Partai Golkar Tantowi Yahya tak menampik adanya persaingan antara Surya Paloh dan Ical. Persaingan itu berpotensi makin meruncing dengan kondisi politik terbaru di mana keduanya saat ini menjadi ketum parpol.

"Dari dulu sebelum Surya Paloh dipilih sudah ada persaingan. Sekarang semakin sudah tegas komando ada di Surya Paloh, tidak ada perubahan," kata Tantowi kepada detikcom, Senin (28/1/2013).

(tor/van)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads