"Saya itu mimpi jadi kepala birokrasi itu enggak, tapi saya sangat senang bekerja siang dan malam membantu politisi di DPR, itu semata-mata karena pengabdian dan membuahkan hasil. Kemudian saya berpikir bagaimana pengalaman saya bisa berguna, maksud saya pengabdian kepada masyarakat itu paling penting," kata Nining dalam konferensi pers di Kantor Partai NasDem, Jl. R.P. Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013)
Nining mengaku tak mengejar jabatan apapun di NasDem. "Jabatan tidak saya kejar. Saya tertarik visi dan misi NasDem. Saya pikir selama ini Partai NasDem konsisten terhadap visi dan misinya dan selama partai ini konsisten maka saya akan mengabdi," ujarnya diplomatis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Birokrat itu mempunyai kultur dia memudahkan pekerjaan atasannya. Dari birokrat adalah mereka impersonal bukan bekerja untuk kepentingan pribadi. Ketiga adalah didasarkan kepada kepercayaan. Berbicara mengenai pengabdian, pengertian pengabdian di bidang politik dan birokrat sangat berbeda. Dan saya akan mengabdi untuk cita-cita NasDem," katanya.
Nurbaya menjabat posisi Sekjen DPD sejak tahun 2006 lalu. Dia mengaku sudah cukup makan asam garam di dunia birokrasi.
"Saya jadi birokrat di Sekjen itu mental-mental juga, hancur-hancuran juga, tapi saya pikir peran lebih penting dari jabatan. Saya tumbuh sebagai birokrat di daerah, kemudian di birokrasi, kemudian di eksekutif, jadi saya ini agak lengkap," tandasnya.
(van/trw)











































