Pengirim Paket 'Bom Bandara' Dibawa Polisi Saat Masih Sarungan

Pengirim Paket 'Bom Bandara' Dibawa Polisi Saat Masih Sarungan

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 29 Jan 2013 16:55 WIB
Pengirim Paket Bom Bandara Dibawa Polisi Saat Masih Sarungan
Pengirim paket setrum ikan yang dikira bom. (Amelia/detikcom)
Jakarta - Tiga warga Kampung Ketanggan, Grinsing, Batang Pekalongan, sempat merasa ketakutan ketika dibawa aparat polisi gara-gara paket setrum ikan yang diperiksa petugas Kantor Pos Kargo Bandara Soekarno-Hatta, pekan lalu. Bahkan Kirno dibawa polisi saat masih sarungan dan tidak mengenakan celana dalam.

Hal itu dikisahkan Kirno di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/1/2013), di depan wartawan dan aparat polisi yang mengamankannya. Ketiganya dihadirkan dalam keterangan pers yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Ketiganya berjalan beriringan dengan pakaian yang seragam. Mereka mengenakan kemeja lengan panjang dengan warna yang sama, warna coklat muda dan celana panjang hitam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan wajah polos, ketiganya duduk di kursi yang sederetan dengan wartawan dan polisi setelah dipersilakan duduk oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, di kursi yang sederetan dengan awak media. Di atas meja yang berbentuk huruf U yang menyatu dengan meja di hadapan polisi, terdapat sebuah mikrofon.

"Nah, ini Pak Kasdiyo, di tengah Pak Kirno dan paling ujung Pak Samadi," kata Rikwanto sambil menunjuk ketiganya yang berada persis di samping kanannya.

"Silakan Pak, ceritakan. Itu mik-nya ditarik ke depan, lalu pencet tombolnya kalau mau bicara," kata Rikwanto sambil mencontohkan.

Samadi yang duduk di depan mikrofon kemudian mengikuti perintah Rikwanto. Ia mencoba memencet tombol mik tersebut, lalu menarik lagi tangannya ke balik meja. Wartawan kemudian berebut pertanyaan.

"Pak, gimana caranya membuat setrum ikan?," tanya wartawan.

Samadi yang berada di depan mikrofon kemudian memajukan mukanya, lalu menjawab.

"Saya no comment. Lagi sakit," kata Samadi. Wartawan dan polisi pun tertawa mendengar jawaban Samadi.

Sementara Kasdiyo dengan lancar menceritakan awal dirinya dibawa polisi. Sebelum dibawa ke Polda Metro Jaya, mereka diperiksa di Polda Jawa Tengah lebih dulu. Saat polisi datang ke rumahnya, ia tengah mencari rumput.

"Saya waktu itu lagi cari rumput. Pulang itu di rumah sudah banyak polisi-polisi itu, saya takut," kata Kasdiyo.

Sementara Kirno dibawa polisi sewaktu bangun tidur. Ia bahkan belum sempat mandi ketika polisi menggelandangnya.

"Saya belum mandi aja dibawa. Ini saja masih pakai sarung dan nggak pakai celana dalam," celetuk Kirno dengan polosnya dan semua yang berada di ruangan pun tertawa dibuatnya.

Padahal saat itu, polisi mempersilakan Kirno untuk berganti pakaian lebih dulu. Tapi ia mengira pemeriksaan polisi ini tidak akan memakan waktu yang lama.

"Disuruh ganti dulu celananya, tapi ngertinya saya sebentar jadi saya pakai sarung saja," katanya.

Lalu bapak-bapak bisa berpakaian seragam ini bagaimana ceritanya? tanya wartawan.

"Ini Pak Reynold (Kanit Kamneg Polda Metro Jaya Kompol Reynold Hutagalung-red) yang beliin baju sama celana. Belinya di Semarang. Karena kita semua nggak bawa baju ganti, jadi dibeliin semua," kisah Kirno sambil tersenyum.

Ketiganya diberangkatkan ke Jakarta dengan menumpang pesawat. Ini kali pertama bagi ketiganya bepergian dengan pesawat. "Baru sekali naik pesawat," kata Kirno.

Mereka tiba di Jakarta pada Senin (28/1) malam. Selama pemeriksaan polisi di Polda Jateng dan Polda Metro Jaya, ketiganya mengaku diperlakukan baik oleh polisi.

"Pak polisinya baik-baik. Tapi saya pengen pulang. Semalam saja saya nangis," kata Kirno.

Kirno, Kasdiyo dan Samadi bertetanggaan di Kampung Ketanggan, Grinsing, Batang Pekalongan, Jawa Tengah. Mereka adalah petani. Mereka sempat diperiksa polisi lantaran diduga memaketkan bom melalui Bandara Soekarno-Hatta. Namun dari hasil pemeriksaan Jihandak, paket yang dikirim Kasdiyo ke Merauke itu adalah alat setrum ikan.

"Karena tidak terkait jaringan teroris dan paketnya juga setelah diperiksa tidak ada kandungan untuk bom, mereka tidak dijerat hukum. Hari ini langsung pulang," kata Rikwanto menutup jumpa pers.

(mei/rmd)


Berita Terkait