"Pengirim maupun yang menerima karena sudah dibuktikan, tidak berkaitan dengan terorisme dan (paket) tidak mengandung kandungan bom itu tidak dikenakan apa-apa," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/1/2013).
Rikwanto menegaskan, Kasdiyo dan Kirno serta Samidin tidak terkait dengan jaringan teroris. Ketiganya merupakan tetangga satu kampung di Desa Ketanggan, Grinsing, Batang, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Chuzaini Patoppoi mengatakan, setrum ikan ini khusus dibuat Kasdiyo dengan bantuan temannya, Sadimin. Kasdiyo khusus membuatkan setrum ikan itu untuk temannya Warto yang berada di Merauke, Papua.
"Untuk pengirim Kasdiyo dan Warto dulu berteman di Merauke karena sama-sama transmigran. 10 Januari 2013 lalu, Warto per telpon (ke Kasdiyo) minta dikirim alat untuk cari ikan," kata Patoppoi.
Patoppoi mengatakan, Sadimin memiliki keahlian merakit setrum ikan karena alat tersebut di kampungnya sudah familiar. "Kalau kita searching di google juga, cara merakit setrum ikan itu banyak," katanya.
Paket tersebut dikirim oleh Kasdiyo yang beralamat di Desa Ketanggan, Grinsing, Batang, Jawa Tengah pada Jumat (25/1) lalu. Paket dikirim melalui Kantor Pos Pekalongan. Paket tersebut sedianya akan dikirim ke Warto dengan alamat Toko Ratu Tekstil yang berada di Jalan Raya Mandala 148 Merauke 99614 atas nama Ayuk.
Paket tersebut dikirim ke Merauke melalui kntor pos kargo Bandara Soekarno-Hatta. Sebelum dikirim ke kargo, paket tersebut mampir di kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dan setibanya di bandara, paket tersebut diperiksa petugas x-ray dan petugas mencurigai kumparan kabel kuningan tersebut.
(mei/lh)











































