Bergabung dengan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), warga yang didominasi kaum hawa itu menuntut transparasi Jamkesda. Selain berorasi, pendemo mengelar spanduk kecaman yang salah satunya bertuliskan, "Mana janji Wali Kota Supaya Kota Depok Jadi Kota Layak Anak".
"Jamkesda hanya diberikan kepada anggota keluarga PNS dan kader PKK yang ternyata dari warga mampu secara ekonomi. Sedangkan ratusan warga miskin tak terlayani," ujar salah satu warga, Maryati (55), di lokasi aksi, Selasa (29/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami membawa data 50 KK yang tidak mendapat Jamkesmas. Mareka di tolak di kelurahan Serua dengan alasan tak jelas," teriak Roy Pangkali dari DKR berorasi.
Warga berunjuk rasa sejak pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Mereka membubarkan diri setelah diterima bagian Humas Pemkot Depok.
Menurut Riko, Bagian Humas, Wali Kota Nurmahmuhdi sedang tidak di kantor. Kemudian dia menerima data warga miskin yang diberikan perwakilan massa. Warga mengancam akan datang lagi jika data tersebut tidak direspons dalam dua hari mendatang.
(trw/trw)











































