Paket yang Diduga Bom di Bandara Cengkareng Ternyata Setrum Ikan

Paket yang Diduga Bom di Bandara Cengkareng Ternyata Setrum Ikan

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 29 Jan 2013 14:08 WIB
Paket yang Diduga Bom di Bandara Cengkareng Ternyata Setrum Ikan
Jakarta -

Tim Penjinak Bom Polda Metro Jaya telah memeriksa paket diduga bom di Kantor pos Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Hasil pemeriksaan menunjukkan paket yang dikirim dari Pekalongan, Jawa Tengah, berisi mesin setrum untuk mencari ikan.

"Pemeriksaan di Jibom tidak ada kaitan dengan dugaan semula yang diduga bom, namun kumparan ini dan kabel ini disimpulkan mesin penguat arus atau setrum untuk mencari ikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Rikwanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan benda tersebut tidak dapat meledak. "(Barang) dikirim untuk penguat arus pencari ikan di sungai atau di danau," kata Rikwanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasar hasil penelusuran aparat, baik alamat pengirim maupun alamat penerima, jelas. Baik penerima dan pengirim juga identitasnya sesuai dengan identitas yang tertera dalam paketan.

"Identitas pengirim dan penerima kita lakukan pelacakan dengan bantuan Polda Jateng dan Papua. Kedua alamat itu ada dan kita bawa ke Jakarta untuk diperiksa," kata Rikwanto.

Petugas dari Polda Metro Jaya kemudian menjemput Kasdiyo, pengirim paket ke alamat rumahnya pada Jumat (25/1). Sebelum dibawa ke Jakarta, Kasdioyo diperiksa di Polda Jateng, Semarang, Jawa Tengah. Selain Kasdiyo, polisi juga membawa 2 orang temannya yakni Kirno dan Samidi.

"Kirno adalah orang yang membantu membelikan bahan-bahan untuk setrum ikan. Sementara Samidi adalah orang yang merakit setrum ikan," kata Rikwanto.

Paket tersebut dikirim oleh Kasdiyo yang beralamat di Desa Ketanggan, Grinsing, Batang, Jawa Tengah. Paket dikirim melalui kantor pos Pekalongan. Paket tersebut sedianya akan dikirim ke Toko Ratu Tekstil yang berada di Jalan Raya Mandala nomor 148 Merauke dengan kode pos 99614 atas nama Ayuk.

"Penerima ini bernama Warto, dia gunakan nama anak Ayuk alamatnya di toko tekstil di Merauke," kata Rikwanto.

Paket tersebut dikirim ke Merauke melalui kntor pos kargo Bandara Soekarno-Hatta. Sebelum dikirim ke kargo, paket tersebut mampir di kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dan setibanya di bandara, paket tersebut diperiksa petugas x-ray dan petugas mencurigai kumparan kabel kuningan tersebut.

"Dalam pemeriksaan x-ray ditemukan kejanggalan sehingga dipanggil Jibom, kemudian didisposal dan di dalamnya ada kumparan lilitan kabel dan kondensor dalam kotak ukuran 20x30 cm," katanya.

Rikwanto mengatakan, upaya disposal adalah suatu prosedur yang harus dilakukan ketika petugas mendapatkan informasi adanya benda mencurigakan.

"Itu sudah SOP kalau ada benda mencurigakan itu memang harus didisposal karena memang kalau dilihat dari x-ray ini memang mencurigakan," tutupnya.

(mei/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads