Polisi Republik Indonesia (Polri) mengadakan Rapat Pimpinan (Rapim) tentang antisipasi keamanan nasional menjelang Pemilu 2014. Khususnya dalam tindak penanganan konflik sosial yang cukup sering terjadi pada sepanjang tahun lalu.
Acara berlangsung di auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jl Tirtayasa, Jakarta, Selasa (29/1/2013). Acara yang dibuka Kapolri Timur Pradopo ini dengan peserta seluruh petinggi Mabes Polri dan Polda di seluruh Indonesia. Nampak hadir Mendagri Gamawan Fauzi dan perwakilan dari BNN.
"Rapat pimpinan antara Polri yang diawali arahan Presiden untuk menjabarkan hal-hal yang jadi komitmen seperti penangan konflik sosial. Sesuai dengan Kepres no.2 tahun 2013," kata Kapolri Timur Pradopo kepada wartawan setelah melakukan pembekalan di Rapim yang diadakan di Audiotorium PTIK, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, kita TNI tidak kita hadapkan di massa. Karena tetap kita yang harus hadapi massa," jelas Timur.
Timur menambahkan, jika polisi dinilai lambat dalam menangani segala permasalahan tentunya akan jadi bahan koreksian diri. "Kita lakukan evaluasi supaya tidak terjadi. Kita cari tau terlambat itu kenapa, nantinya bisa jadi langkah-langkah deteksi diri," imbuh Timur.
(spt/lh)










































