“Terkait peristiwa tersebut, kami sudah menerapkan siaga I, khususnya di wilayah Baturaja dan Martapura," jelas Kepala Penerangan Kodam II Sriwijaya, Letkol Arm Jauhari Agus Suraji, kepada wartawan di Palembang, Senin (28/1/2013).
Sementara agar peristiwa ini tidak berkembang, pihaknya mengharapkan Kapolda Sumsel bertindak tegas terhadap oknum anggotanya yang terlibat tewasnya Pratu Heru Oktavianus. Menurut Jauhari, Pangdam II Sriwijaya juga sangat menyayangkan tindakan oknum polisi itu yang dengan mudahnya melepaskan tembakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Minggu (27/01/2013) dini hari, terjadi cekcok atau perkelahian antara Pratu Heru Oktavianus, anggota Yon Armed 76/15. Tarik Martapura dengan seorang oknum polisi berinisial Brigadir BW
yang sedang piket di Pos Polisi Ogan II Sukajadi Kecamatan Baturaja Timur.
Pratu Heru diduga tertembak oleh Brigadir BW saat melintas di Jembatan Sukajadi, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU).
Damai
Sementara itu pimpinan Polri dan pimpinan TNI sepakat untuk saling memaafkan dan berjanji sama-sama menciptakan iklim yang kondusif pasca tewasnya anggota Yon Armed Baturaja, Pratu Heru Oktavianus.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Kapolda Sumsel dan Pangdam II/Sriwijaya yang masing-masing diwakili Kapolres OKU AKBP Azis Saputra dan Dandim 0403/OKU Letkol Inf Imanulhak didampingi Danyon Armed 15/76 Tarik Syailendra Martapura, Mayor Arm Ifien Anindra
dalam jumpa pers di ruang Kapolres OKU, Baturaja, Ogan Komering Ulu
(OKU), Sumsel, Senin (28/1/2013).
Di kesempatan itu Kapolres OKU AKBP H Azis Saputra menyatakan turut
berduka yang sedalam-dalamnya dan mendoakan almarhum semoga diterima
disisi Allah. Sedangkan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran
dan bisa menerima ujian berat ini.
“Saya atas nama pimpinan mohon maaf atas musibah ini. Semoga insiden
ini tidak terulang lagi," kata Azis yang langsung menyalami dan
memeluk Danyor Armed 15/76/Tarik Syailendra Martapura Mayor Arm Ifien.
Saat menyatakan permohanan maaf, Kapolres meneteskan air mata. Kedua
atasan langsung Brigadir Pol BW dan Pratu Heru Oktavianus ini saling
berangkulan.
Sementara Dandim OKU atas nama Pangdam dikesempatan itu mengatakan,
pihaknya ikut membantu proses hukum yang sedang berjalan. “Sepakat
Polisi dan Armed tidak ada dendam,” tandas Dandim.
Ia juga mengajak masyarakat dan semua pihak khususnya media agar turut
membantu terciptanya situasi yang kondusif untuk membangun daerah
dalam bingkai NKRI.
(tw/)










































