"Ada yang berani, tapi kan terserah rakyat juga, terserah pada proses yang berjalan. Harus diberi kesempatan, tidak penting bagi saya, apakah itu harus saya atau bukan," ujar Mahfud.
Hal itu disampaikan Mahfud usai menghadiri acara Men's Obsession The Rising Stars Award di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta, Senin (28/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi yang bagus setiap orang boleh mengajukan diri menjadi calon atau mengajukan orang lain. Bagus, kalau dulu diisolasi, sekarang boleh muncul banyak, bagus," kata Mahfud.
Sebelumnya Mahfud MD sendiri menyatakan dirinya tidak pede jadi capres. "Saya terus terang merasa belum pede untuk menyatakan diri sebagai capres ataupun cawapres," kata Mahfud di acara yang sama.
Salah satu alasan yang membuat Mahfud tidak percaya diri adalah perjuangan Soekarno-Hatta. "Saya membayangkan Soekarno-Hatta. Mereka melakukan perjuangan mati-matian sebelum akhirnya memimpin bangsa ini. Saya yang hidup dalam zaman enak ini merasa tida pantas," ujarnya.
Pernyataan Mahfud mengundang sindiran dari politikus senior Golkar Akbar Tandjung. Akbar menyebut Mahfud kalah berani daripada Rhoma Irama.
"Saya menghargai orang-orang yang berani mengutarakan niatnya untuk nyapres, seperti Rhoma Irama. Sekarang ini bukan seperti zaman Soekarno-Hatta, yang untuk nyapres harus diusung-usung," kata Akbar.
"Sekarang harus berani mengutarakan, tidak seperti Pak Mahfud yang masih malu-malu. Sudah profesor, Ketua MK, kenapa harus malu-malu menyatakan keinginan untuk jadi capres," tambahnya.
(tor/tor)











































