Di Kongres Partai Golkar Oktober tahun 2009 lalu, Paloh bersaing sengit dengan Ical. Paloh akhirnya harus mengakui kemenangan Ical di Kongres Golkar setelah tertinggal 56 suara. Pada perhitungan Kongres Golkar 8 Oktober 2009 lalu, Paloh yang hanya mendapatkan 240 suara harus mengakui kekalahan Ical yang meraih 296 suara. Ical kemudian dinobatkan menjadi ketua umum Partai Golkar, menggantikan Jusuf Kalla (JK).
Surya Paloh kemudian keluar dari Golkar dan mendirikan Ormas NasDem yang selanjutnya berkembang menjadi Partai NasDem. Setelah partai itu lolos pemilu, Surya kemudian menduduki posisi Ketum Partai NasDem. Kini keduanya bersiap kembali bersaing sengit. Tidak hanya adu kuat Golkar vs NasDem, tapi juga mengadu nasib di Pilpres 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wasekjen Partai Golkar Tantowi Yahya tak menampik adanya persaingan antara Surya Paloh dan Ical. Persaingan itu berpotensi makin meruncing dengan kondisi politik terbaru di mana keduanya saat ini menjadi ketum parpol.
"Dari dulu sebelum Surya Paloh dipilih sudah ada persaingan. Sekarang semakin sudah tegas komando ada di Surya Paloh, tidak ada perubahan," kata Tantowi kepada detikcom, Senin (28/1/2013).
Tantowi menilai Surya Paloh sebagai sosok hebat yang bisa membawa NasDem menjadi semakin besar. Lalu siapakah yang akan lebih berjaya di Pemilu 2014, Golkar atau NasDem? Ical atau Surya Paloh?
"Dia orang hebat, kita tahu kiprah beliau," jawab anggota Komisi I DPR ini diplomatis.
(van/nrl)










































