Ahok Rekrut Mahasiswa Psikologi Buat Konseling HIV/AIDS
|
(dok DetikFoto)
|
"Jadi kita diminta (wagub) siapkan konselor-konselor yang lebih pro dan mau volunteer yang dari hati mau bekerja selama 24 jam memberikan sosialisasi HIV/AIDS," ujar Sekretaris Komisi Pemberantasan AIDS, Rohana, usai menemui Ahok di gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, KamisΒ 13 Desember 2012 lalu.
Menurutnya konselor-konselor yang berasal dari mahasiswa psikologi tersebut akan difungsikan untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap masyarakat yang ingin mengetahui dampak AIDS. Terlebih ibu-ibu penderita HIV yang anaknya tidak tertular.
"Misalkan terutama istri-istri yang kena HIV dan bayinya, layanan kesehatan ditingkatkan, berobat bisa lebih murah. Saat lagi galau dia bisa hubungi siapapun, jangan sampai ada perasaan bingung harus hubungi siapa. Nah itu kita mesti siapkan," urainya.
Sistem layanan koselor ini akan dilakukan oleh KPA sendiri dan akan disosialisasikan juga ke kelurahan, RT dan RW, sekolah dan perkumpulan masyarakat di seluruh Jakarta. Uji coba konselor tersebut pertama kali akan diadakan di daerah Jakarta Timur sebagai wilayah dengan penderita terbanyak di Jakarta.
Warga Miskin yang Tinggal di Rusun Dijadikan Tenaga Kebersihan
|
(dok DetikFoto)
|
"Memang orang itu (warga Muara Baru, Pluit) terlalu miskin, dia hanya bisa memungut sampah dengan penghasilan 10 ribu rupiah. Kalau dengan Badan Layanan Umum Daerah, kami akan memasukkan orang seperti itu ke rusun, orang tersebut bisa jadi tenaga kebersihan ngerawat taman di rusun, lalu dia mampu membayar (sewa)," ujar Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) saat ditemui di kantornya, Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2013).
Sekadar diketahui, Pemprov DKI berencana memindahkan warga Pluit ke rusun Marunda. Fasilitas yang disediakan di sana cukup menggiurkan. Rusun tersebut dilengkapi dengan perabotan seperti TV 19 inci, set meja dan kursi, kasur, sprei, bantal, kompor lengkap dengan tabung gas, kulkas, peralatan makan, peralatan mandi, serta sembako dan sayur.
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga menggratiskan uang sewa rusun Rp 371.000 dan biaya listrik Rp 200.000 pada bulan pertama. Selanjutnya warga diharuskan membayar senilai total Rp 571.000. Tahap pertama proses pemindahan disediakan untuk 240 kepala keluarga (KK) warga Pluit.
Ahok Rekrut Pemulung untuk Jadi Penjaga Kebersihan Sungai
|
(dok DetikFoto)
|
"Misalkan 30 sekian kilometer (km), satu sungai saya kasih 4 orang deh. Anggap 2.000 orang deh (total). Kalau 2.000 orang dikalikan Rp 2 juta saja, paling Rp 48 miliar. Kalau gitu kasih saja Rp 48 miliar, suruh orang tungguin," kata Ahok sambil berhitung biaya kasar di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (20/12/2012) lalu.
Ahok menyatakan bahwa mempekerjakan pemulung lebih hemat daripada memakai sistem yang selama ini diterapkan untuk membersihkan sungai. Pasalnya, sistem yang tidak efektif itu menghabiskan dana Rp 90 miliar.
Menurutnya, pemulung tetap dapat memungut sampah yang ingin mereka jual pengepul, sedangkan sampah yang tidak mereka butuhkan bisa dimasukkan truk sampah. Pekerjaan yang kedualah yang digaji. Ahok menyatakan, dengan cara ini pemulung bisa lebih sejahtera, bahkan bisa menyewa rumah susun.
Halaman 2 dari 4











































