Senyuman khas Ahok selalu mengembang saat menerima tamu itu di kantornya, Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2013).
Rombongan Putri Indonesia yang kompak memakai seragam blus warna hitam dan rok warna hitam itu diterima Ahok pukul 10.30 WIB. Ahok kali ini berdandan spesial. Ahok yang semula mengenakan seragam dinas warna coklat mengganti kostum dengan mengenakan setelan jas warna hitam lengkap dengan dasi warna biru. Ayah 3 anak ini tampil rapi jali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eks Bupati Belitung Timur itu selanjutnya memberikan pembekalan untuk para Puteri Indonesia seputar pemerintahan dan permasalahan di DKI Jakarta. Ada juga sesi tanya jawab. 3 Orang Putri Indonesia pun mengajukan pertanyaan.
Salah satunya, finalis Putri Indonesia asal DKI Jakarta menanyakan rencana pemindahan Ibukota. Ahok menjawab lebih efisien memperbaiki infrastruktur Kota Jakarta ketimbang memindahkan Ibukota.
"Kalau semua pinggiran sungai dinormalisasi, kanal banjir timur, kanal banjir barat dan Waduk Pluit, air tidak ada artinya. Sementara wilayah sekitar Waduk Pluit tinggal sedikit. Di pinggiran sungai dijarah jadi perumahan. Kalau ini tidak beres jangan jadi mainan baru. Perbaikan ini lebih murah daripada pindah Ibukota. Yang penting, saya bukan anti pindah," jawab Ahok tegas. Para Putri Indonesia tersebut serius mendengarkan penjelasan Ahok.
Dalam kesempatan itu, Ahok juga memberikan wejangan untuk sang putri.
Ahok berpesan para finalis yang ingin terjun ke politik agar memakai hati nurani sehingga tidak terjerumus ke dalam permasalahan yang kerap terjadi pada para politikus saat ini.
"Itu kebebasan para puteri. Otak dan fisik sudah memenuhi syarat, tinggal kita poles nurani. Nurani memenuhi syarat atau enggak, ini harus diuji," imbau Ahok.
Acara pertemuan ditutup dengan foto bersama. Ahok bersama Mooryati dan para Putri Indonesia itu berpose bersama. Jepreet!
(aan/nrl)











































