"Kopaja memang belum siap melakukan integrasi ini," kata Humas BLU TransJ Sri Ulina Pinem kepada detikcom, Senin (28/1/2013).
Salah satu masalah yang muncul dari integrasi ini adalah tarif yang sangat mahal bagi penumpang yang ingin menaiki Kopaja AC P20 (Lebakbulus-Senen) dari dalam halte busway. Penumpang harus mengeluarkan ongkos dobel yaitu ongkos bus TransJ Rp 3.500 dan ongkos Kopaja Rp 5.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak adanya tiket untuk penumpang yang ingin menaiki Kopaja AC dari halte bus TransJ membuat kenek Kopaja menarik lagi ongkos kepada penumpang. "Kita sudah bilang ke Kopaja untuk integrasi ini selain masalah bus juga harus disiapkan tiket Kopaja untuk penumpang," kata Ulina.
Ulina mengatakan, dengan adanya tiket tersebut kondektur bus Kopaja tak harus menarik lagi uang ke penumpang. Selain itu dengan adanya tiket itu bisa diketahui berapa banyak penumpang Kopaja yang naik dari halte busway.
"Jadi selain untuk verifikasi juga kita bisa tahu berapa banyak penumpang yang naik dari halte busway," katanya.
Selain tiket, masalah lain yang timbul adalah pengemudi Kopaja yang keluar masuk jalur bus TransJ. Jalur bus ini digunakan untuk menghindari kemacetan di ruas-ruas jalan tertentu saja.
"Itu tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Seharusnya kalau sudah masuk dari halte SMK 57 terus ada di jalur bus TransJ dan tidak boleh keluar dari sisi reguler," katanya.
Ulina mengatakan, Kopaja masih memberlakukan sistem lama yaitu dengan membawa pulang uang setoran, padahal dengan sistem ini yang akan didapat adalah potongan tiket.
"Kita akan lakukan evaluasi lagi dan lakukan perbaikan," katanya.
(nal/nrl)











































