Nuwa Wea: Jangan Salahkan Mega
Selasa, 28 Sep 2004 15:45 WIB
Jakarta - Fungsionaris PDIP Jacob Nuwa Wea meminta kader PDIP tidak lantas mempersalahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri karena kekalahan dalam Pemilu dan Pilpres."Saya kira bukan kesalahan Ibu Mega. Jangan kita kalah dalam Pilpres, lalu kita salahkan Ibu Mega. Saya kira itu adalah kesalahan seluruh kader PDIP, karena tidak siap menghadapi Pilpres."Demikian kata Jacob yang juga Menakertrans menjawab pertanyaan wartawan apakah Mega penyebab kekalahan PDIP, usai acara pengesahan RUU Sitem Jaminan Sosial Nasional di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (28/9/2004)."Saya bisa saya buktikan, di NTT kita bisa menang besar. Karena di NTT kita kompak, mulai dari DPD, DPC, PAC, sampai ranting kita prospek. Begitu juga saya sebagai menteri yang berasal dari sana, bisa turun habis-habisan. Ini mungkin tidak dilakukan oleh teman-teman di daerah yang lain," ujarnya."Kita harus banyak mengucapkan terima kasih kepada rakyat NTT. Mereka mendukung Mega, karena mereka mempunyai kebanggaan tersendiri, yakni putri dari proklamator Soekarno yang pernah dipenjara 4 tahun di NTT. Jadi mereka mempunyai kecintaan khusus, apa pun yang terjadi, orang NTT tetap mendukung Mega," tutur Jacob.Mengenai desakan kader PDIP agar segera dilakukan konferensi luar biasa (KLB), dia berpendapat hal itu sah-sah saja. Tapi harus memenuhi AD/ART partai. Kalau kongres dipercepat, maka harus dua per tiga permohonan dari cabang."Tapi saya tidak sepakat kalau ada kelompok yang akan menduduki DPP. Itu pasti akan saya lawan. Jadi kita harus belajar berdemokrasi. PDIP harus menerima kekalahan ini, introspeksi dan mengevaluasi. Jangan kita emosional, seolah-olah kita tidak terima," pintanya."Kita benar nggak selama beberapa tahun apa yang sudah kita lakukan. Jadi seharusnya kader PDIP menerima dengan lapang dada. Saya bersyukur Ketua Umum begitu cepat tindakannya, yaitu melakukan pertemuan tingkat nasional di Bali untuk evaluasi," demikian Jacob.
(sss/)











































