Gus Dur Tidak Buat Keppres Fasilitas, tapi Ditawari
Selasa, 28 Sep 2004 15:29 WIB
Jakarta - Saat akan lengser dari kursi presiden, Gus Dur tidak membuat keppres mengenai fasilitas mantan presiden. Namun, pemerintahan Mega pernah menawari fasilitas rumah senilai sekitar Rp 20 miliar. "Gus Dur tidak bikin keppres. Tapi, memang ada jatah itu dan pernah ditawari sekitar satu tahun yang lalu," kata juru bicara Gus Dur Adhie Massardi saat dihubungi detikcom, Selasa (28/9/2004). Menurut Adhie, pemerintahan Megawati sempat menawari jatah rumah itu kepada Gus Dur setahun lalu. "Saat itu dijawab Gus Dur, kalau rumah sudah ada. Gus Dur ingin mentahnya saja. Setelah itu tidak ada kabar lagi," ungkapnya. Kemudian, menjelang pemilihan presiden, tawaran mengenai fasilitas rumah itu daang lagi kepada Gus Dur. "Tapi, Gus Dur tetap ingin mentahnya saja. Tapi, menurut pemerintah tidak bisa. Nilai rumah itu ya sama dengan jumlah yang diminta Ibu Mega sekarang," kata dia. Sampai sekarang, Gus Dur juga tidak pernah ngotot untuk mendapatkan hak itu. "Intinya, Gus Dur tidak pernah meminta. Hanya ditawari dan Gus Dur minta mentahnya saja," ujar Adhie, yang dulu juga menjadi juru bicara Gus Dur saat masih menjadi presiden. Mengenai fasilitas negara, selain rumah itu, Gus Dur saat ini masih mendapatkannya. Misalnya, uang pensiun dan juga pengawalan dari Paspampres. "Jumlah paspampres ada 12 orang. Tapi, setiap hari dishift. Satu hari hanya ada tiga orang. Dua orang untuk Gus Dur, seorang untuk Bu Sinta Nuriyah," kata dia. Bahkan, menurut Adhie, untuk biaya pengawal, Gus Dur mengeluarkan kocek pribadi. Karena itu, bila ke luar daerah, Gus Dur hanya dikawal seorang pengawal saja. "Tiket pesawat mahal," kata dia. Sebelumnya, aku Adhie, Gus Dur juga pernah menolak saat pengawalnya akan diganti dari kepolisian. "Daripada polisi, Gus Dur memilih tidak usah dikawal," kata dia.
(asy/)











































