“Saya bilang kita bukan kalah, tetapi ‘terkalahkan’, karena tidak seperti yang lainnya, kita tidak menggunakan uang,” kata Megawati di hadapan ribuan kader PDIP di Lapangan Sepakbola SMA Negeri 1, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (27/1/12013).
Menurut Megawati, masyarakat masih tergiur dengan uang, terutama kalangan muda. Anak muda tidak bisa menjadi orang yang sabar, inginnya cepat dapat uang, dan tidak mau tahu uangnya berasal dari mana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Jakarta, kata Megawati, Jokowi yang diusung PDIP tidak memakai uang, tidak menghambur-hamburkan uang. Masyarakat memilih karena calon yang diusung PDIP ini dinilai mampu memberikan bukti, bukan sekadar janji.
“Makanya itu, yang terpenting adalah kesadaran politik rakyat harus ditegakkan, jangan sampai salah memilih,” kata Megawati.
Dalam kesempatan itu, dia juga meminta kaum ibu untuk tidak terlena buaian politik. Seolah terpengaruh sinetron, kemudian memilih yang ganteng. Atau gampang tertipu dengan angka-angka yang disajikan, seumpama di Deli Serdang yang disebutkan angka kemiskinan rendah, sementara angka buta huruf masih tinggi, demikian juga angka pengangguran.
Pemilukada Sumut akan berlangsung pada 7 Maret mendatang. Dalam Pemilukada tersebut PDIP bersama dua partai lainnya mengusung pasangan Effendi MS Simbolon dan Jumiran Abdi (ESJA). Selain itu ada empat pasangan calon lainnya, yakni Amri Tambunan yang saat ini menjabat sebagai Bupati Deli Serdang, yang berpasangan dengan RE Nainggolan, dan pasangan Plt Gubernur Incumbent Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi yang memakai slogan ‘Ganteng’. Selain itu ada pasangan Gus Irawan dan Soekirman, serta pasangan Chairuman Harahap dan Fadly Nurzal.
(rul/nrl)











































