"Sebenarnya, pada bulan September mendatang saya juga akan mencalonkan diri sebagai calon bupati Kolaka, jadi dari Kolaka akan melenggang ke Istana," tutur Farhat yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan peserta dialog bertema "Ekonomi Pribumi dan Media Sosial, Gerakan Pribumi Indonesia" di Hotel Losari Beach, Makassar, Minggu (27/1/2013).
"Yang menentukan itu Allah dan alam. Untuk nyapres ini saya juga tidak butuh dana, yang saya butuhkan hanya Dani, Daniaty, Nia Daniati istri saya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tiap sosialisasinya, Farhat menyebutkan ia berjanji jika nanti jadi presiden tidak akan kaya dan korupsi, serta siap disumpah pocong. Menurutnya jika ada orang yang ingin kaya, jangan masuk ke bidang pemerintahan, hakim, jaksa atau polisi. Sumpah pocong ia nilai lebih cepat efeknya jika dilanggar karena langsung berjanji di depan Tuhan dengan media selembar kain kafan.
"Saya punya banyak pengalaman keampuhan tentang efek sumpah pocong. Kalau dilanggar, teman saya yang selingkuh meninggal 3 bulan setelah ia melakukan sumpah pocong di masjid Sunda Kelapa, matinya tersiksa," ujar pengacara asal tanah Bugis ini.
(mna/nrl)











































