AS Ingatkan Taiwan Jangan Picu Ketegangan dengan Cina

AS Ingatkan Taiwan Jangan Picu Ketegangan dengan Cina

- detikNews
Selasa, 28 Sep 2004 14:25 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan Taiwan untuk tidak memicu ketegangan lintas selat dengan Cina. Pernyataan ini disampaikan AS setelah Perdana Menteri (PM) Taiwan Yu Shyi-kun mengancam akan melakukan pembalasan masiv atas setiap serangan Cina ke pulau tersebut."Kami lebih ingin melihat komentar-komentar yang fokus pada dialog dan bukannya yang menyangkut penggunaan kekuatan atau langkah-langkah sepihak lainnya," tukas Deputi Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Adam Ereli ketika ditanyakan mengenai statamen Yu tersebut.Ditegaskan Ereli, Washington menentang setiap tindakan -- baik oleh Taipei maupun Beijing -- yang bisa menambah ketegangan. AS mendesak kedua pihak untuk menyelesaikan perseteruan mereka lewat dialog dan bukan dengan kekerasan."Posisi kami adalah bahwa kami menentang langkah-langkah oleh masing-masing pihak yang akan semakin meningkatkan ketegangan sepanjang Selat Taiwan," tegas pejabat AS tersebut seperti dikutip AFP, Selasa (28/9/2004). "Pandangan kami adalah bahwa isu-isu yang terkait dengan Selat Taiwan hendaknya diselesaikan lewat dialog, dan bukan dengan tindakan sepihak oleh masing-masing pihak,' imbuh Ereli.PM Yu pada Minggu (26/9/2004) lalu bertekad akan membalas Cina jika negeri Tirai Bambu itu melancarkan serangan rudal ke Taiwan. "Anda (Cina) punya kemampuan untuk menghancurkan saya dan Taiwan punya kemampuan untuk membalas. Anda serang saya dengan 100 rudal dan saya setidaknya akan balik menyerang dengan 50 rudal," tukas Yu pada forum bersama pejabat-pejabat pemerintah. "Anda serang Taipei dan Kaohsiung, maka saya akan menyerang Shanghai. Dengan cara ini Taiwan akan aman," tandas Yu.Sementara Menteri Luar negeri Cina Li Zhaoxing mengingatkan para pemimpin dunia untuk menarik diri dari setiap tindakan yang mungkin akan semakin memicu kemerdekaan Taiwan. Ditegaskan bahwa Beijing tidak akan pernah mengizinkan Taiwan melepaskan diri."Kami tidak akan pernah mentolerir kemerdekaan Taiwan, juga tidak akan membolehkan siapa pun memisahkan Taiwan dari keseluruhan Cina dengan cara apapun," tegas PM Yu pada pertemuan Majelis Umum PBB. (ita/)


Berita Terkait