Partai politik harus lebih cerdas dalam menjaring caleg yang akan diusung. Sebab, hal ini akan berpengaruh pada citra partai ke depan.
"Ini moment kritis, lagi-lagi untuk menunjukkan apakah parpol mampu mengusung pejabat publik yang jujur," kata Koordinator Korupsi dan Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Abdulllah Dahlan kepada detikcom, Minggu (27/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Partai tidak hanya memperhatikan rekan jejak. Caleg terindikasi korupsi juga jangan diusung," ujar Abdullah.
Abdullah mengatakan, setiap parpol harus membuka diri dalam proses pemilihan caleg. Bagaimana parpol memilih caleg itu harus dibuka kepada publik. Hal ini dilakukan untuk menghidari proses pencalonan dengan politik uang.
"Jangan sampai ada transaksional. Harus dibangun keterbukaan karena yang mau diusung kan pejabat publik bukan hanya kader partai," tandasnya.
(slm/rmd)











































