Golkar: 4 Nama untuk Pimpinan DPR, 6 Nama untuk MPR
Selasa, 28 Sep 2004 14:12 WIB
Jakarta -
Partai Golkar sudah menyiapkan beberapa nama untuk diajukan sebagai calon pimpinan DPR dan MPR. Ada 4 nama untuk DPR, 6 nama untuk MPR. Siapa saja mereka?"Untuk pimpinan DPR, ada 4 nama yang telah kami catat. Mereka adalah Agung Laksono, Mahadi Sinambela, Budi Harsono, dan Andi Mattalata. Tapi ini semua tentu akan kami sandingkan juga dengan partai-partai dalam Koalisi Kebangsaan."Demikian kata Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung yang juga ketua DPR di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (28/9/2004)."Untuk pimpinan MPR, kami juga memproyeksikan beberapa nama. Ini agak lebih banyak. Ada Theo L Sambuaga, Abdul Gafur, Slamet Effendy Yusuf, Bomer Pasaribu, Marwah Daud Ibrahim, dan Rambe Kamarulzaman. Ada 6 atau 7 orang untuk pimpinan, kalau tidak ketua, tentu wakil," lanjutnya.Sedangkan untuk DPD, lanjut Akbar, tentu diserahkan pada mekanisme DPD untuk menyelesaikannya. Walau pun memang ada anggota DPD yang sebelumnya merupakan fungsionaris Golkar."Kalau dilihat dari jumlah anggota Golkar di DPR, kami tentu mengharapkan calon dari Golkar bisa disepakati dan duduk sebagai pimpinan atau ketua DPR yang akan datang," katanya.Mengenai kandidatnya, tutur Akbar, pihaknya memiliki tata cara sendiri dalam menentukan siapa yang akan diusulkan. Pada tahap pertama, Golkar menginventarisasi beberapa nama yang telah disepakati dalam rapat harian DPP. Kemudian akan disampaikan dalam rapat pleno yang rencananya akan dilaksanakan Rabu malam 29 September 2004. Lalu akan disandingkan dengan partai-partai di mana Golkar berkoalisi.Sudah ada perjanjian kalau DPR dari Golkar, MPR dari PDIP, atau sebaliknya? "Saya kira bisa dijalin kesepakatan untuk itu. Memang sudah ada pembicaraan-pembicaraan yang sifatnya informal. Tapi yang formal baru akan kami lakukan dalam hari-hari ini. Yang jelas, dari Koalisi Kebangsaan belum mencalonkan. Belum ada pembicaraan masalah khusus tentang hal ini. Tapi akan diselesaikan di antara partai-partai dalam Koalisi Kebangsaan," paparnya.Golkar lebih incar Ketua DPR atau MPR? "Yah dua-duanya kami anggap penting. Karena dua-duanya adalah tempat pengabdian. Tapi sehari-hari kan DPR yang berfungsi. Tentu di sini kami ingin meningkatkan peranan partai-partai, khususnya Koalisi Kebangsaan. Kami akan menjadikan ajang untuk meningkatkan kiprah partai dalam pengabdian kepada masyarakat dan bangsa," kata Akbar.Sudah ada partai lain yang didekati, selain yang sudah tergabung dalam Koalisi Kebangsaan? "Saya belum bisa bicara sejauh itu," elaknya.Kabarnya mau mundur dari posisi Ketua Umum Partai Golkar? "Informasi dari mana itu. Saya akan melanjutkan tugas saya sampai selesai di Munas yang akan datang. Biarkan Munas yang menilai semua pertanggungjawaban saya," jawab Akbar dengan santai dan kalem.
(sss/)










































