Padahal, menjelang dimulainya kongres, NasDem diterpa badai. Sejumlah petinggi partai, termasuk Hary Tanoesudibjo yang saat itu duduk sebagai Ketua Dewan Pakar dan Ahmad Rofiq yang saat itu duduk sebagai Sekjen, mengundurkan diri hanya lima hari menjelang kongres bergulir.
Selanjutnya, gelombang pengunduran diri massal tak terbendung. Pengurus DPW Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Maluku serta pengurus DPLN Singapura dan Hong Kong serta beberapa pengurus lainnya menyusul langkah Hary Tanoe mundur dari Partai NasDem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun semua hal itu tak terlihat di perhelatan kongres perdana Partai NasDem. Kongres yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 25-26 Januari 2013 itu berlangsung meriah. Suasana antusias terlihat dari yel-yel yang kerap bergema sepanjang kongres berlangsung. Tak ada kisruh, tak ada friksi. Kongres berjalan mulus dan Surya Paloh dikukuhkan sebagai ketum secara aklamasi.
Surya Paloh menepis efek negatif dari pengunduran Hary Tanoe beserta gelombang ratusan kader lainnya. Dia mengatakan kemeriahan kongres menjadi buktinya. "Pengaruhnya (pengunduran Hary Tanoe dan ratusan kader) kecil sekecil-kecilnya," kata Surya Paloh kemarin.
Begitu juga dengan pengurus teras Partai NasDem lainnya. Waketum NasDem Sugeng Suparwoto mengatakan keluarnya kader-kader NasDem saat ini akan diganti dengan lebih banyak kader yang masuk. "Mati satu, tumbuh seribu," ujar Sugeng dalam konpers kongres NasDem hari ini.
Surya Paloh menutup kongres dengan pidato politik. Tak ada sindiran dari kepada pihak lain di dalam pidatonya. Malah Surya mengajak parpol yang menjadi kompetitornya untuk bersama-sama membangun Indonesia. "Partai NasDem siap bersaing dalam harmoni," tutur Surya Paloh dalam pidato politiknya malam ini.
Acara penutupan kongres pun berlangsung meriah. Pertunjukkan musik dan tari menjadi menu penutup kongres perdana satu-satunya partai baru peserta pemilu itu. Sorak sorai kader pun tetap menggema setelah kongres ditutup. Lagu-lagu kebangsaan dan yel-yel NasDem tak berhenti meski acara telah ditutup Sabtu (26/1/2013) pukul 21.30 WIB hari ini. Sorak sorai itu baru mereda setelah Surya Paloh meninggalkan arena kongres.
Namun Partai NasDem tak boleh terlena. Meski disangkal, efek pengunduran diri Hary Tanoe dan sejumlah pengurus teras tetap mempengaruhi persepsi publik terhadap partai tersebut. Bahkan pengunduran diri massal itu disebut mempengaruhi elektabilitas Partai NasDem. Kerja keras Surya Paloh dan kader NasDem mutlak dibutuhkan untuk meraih target tiga besar di Pemilu 2014.
(tor/rmd)










































