Namun, pengamat politik dari Universitas Gajah Mada, Ari Dwipayana, berpendapat, keluarnya Hary Tanoesoedibjo (HT) bersama sejumlah pengurus lainnya, mengindikasikan telah terjadi tsunami politik di lingkungan internal NasDem.
Hal ini dapat saja mempengaruhi persepsi publik terhadap partai yang memperoleh nomor urut 1 untuk pemilu tahun depan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peran Surya Paloh sebagai ketua umum sangat penting untuk memperbaiki persepsi publik terhadap partai yang dipimpinnya. Masyarakat saat ini butuh figur alternatif, peran SP adalah mengantarkan NasDem untuk menemukan figur tersebut.
"Bila perlu Surya Paloh mengatakan bahwa dia hanya mengantarkan NasDem untuk menemukan figur alternatif atau wacana politik alternatif," ujar Ari.
Hary Tanoesoedibjo resmi mundur dari NasDem pada hari Senin (21/1/2013) yang lalu. Pada hari itu Sekjen NasDem, Ahmad Rofiq, juga memilih mengikuti jejak HT.
(fdn/fdn)










































