"Dari delapan Kabupaten/Kota, baru lima daerah yang telah melaporkan perkiraan kerugian akibat musibah banjir. Total kerugian untuk lima Kabupaten/Kota mencapai Rp 66 miliar," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Ino S Rawinta kepada wartawan, Jumat (25/1/2013).
Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Lebak dengan kerugian mencapai Rp 14,87 miliar, Pandeglang (Rp 25,79 miliar), Kabupaten Serang (Rp 19,46 miliar), Tangerang (Rp 5,88 miliar) dan Kota Serang dengan kerugian Rp 196,34 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk lahan pertanian yang terendam mencapai 16.773 hektare. Ia menyatakan untuk rekonstruksi pascabencana banjir, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari kabupaten/kota. "Nanti dipilah mana yang bisa ditangani dan dibantu oleh kab/kota maupun provinsi," jelasnya.
Penanganan rekonstruksi pascabanjir juga akan didasarkan pada hasil pendataan kabupaten/kota. "Belum perlu menggunakan dana tak terduga (TT). Kita lihat dulu anggaran penanganan banjir yang ada. Kalau memang tidak cukup, dana TT bisa gunakan. Namun untuk saat ini belum perlu," jelasnya.
Sementara itu, penetapan tanggap darurat di Banten akibat banjir diperpanjang hingga 13 Februari dari semulai 23 Januari 2013. "Ini karena data di BMKG Banten menyebutkan hujan besar masih akan turun di akhir Januari," jelas Ino.
(fdn/fdn)











































