Tifatul berkisah, dahulu sering kali dia mendapat banyak mention yang isinya cacian dan makian.
"Saya sering di-bully, kadang emosi juga, tapi kita tarik nafas dulu," kata Tifatul yng aktif dengan akun @tifsembiring saat berbincang di Bukit Tinggi, Sumbar, Jumat (25/1/2013).
Tifatul mengaku memang perlu kesabaran ekstra menghadapi akun-akun nakal dan iseng.
"Tapi ya saya sudah kebal," imbuhnya dengan senyum.
Biasanya, yang rajin mem-bully akun-akun dengan hanya sedikit follower, kadang ada anak remaja.
"Saya lihat profil akunnya, ternyata hanya anak kecil," jelasnya.
Jadi, bila di-bully di twitter lihat dulu siapa yang membully itu. Biasanya Tifatul tak pernah meladeni. Atau dibalas tentu bukan dengan kata-kata kasar.
"Balas, tapi jangan dengan kata-kata kasar lagi. Ya kalau kita tidak suka block saja," imbuhnya.
Menurut dia, di twitter biasanya yang mem-bully itu rata-rata yang memang akun tak dikenal. Akun seleb, orang yang dikenal publik biasanya jarang berkata-kata kasar.
"Di twitter juga jangan jaim, bisa-bisa dihajar ramai-ramai," tutur Tifatul yang biasa berpantun ini.
Menurut Tifatul, dia punya aturan dalam ber-twitter. Pagi hari tweet yang memberi semangat, siang soal filosofis.
"Dan kalau malam soal asmara," canda mantan presiden PKS ini dengan tertawa.
Β
(ndr/fdn)











































