Tanggul Pasar Ikan Jadi Pemukiman Warga

Tanggul Pasar Ikan Jadi Pemukiman Warga

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 25 Jan 2013 17:07 WIB
Tanggul Pasar Ikan Jadi Pemukiman Warga
Jakarta - Tanggul setinggi tiga meter sepanjang 1,5 km di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, berubah menjadi pemukiman. Tanggul ini pun telah dimodifikasi warga.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (25/1/2013), mulut tanggul yang menghadap perairan di Jakarta kini menjadi pemukiman. Sepanjang tanggul di Jalan Pasar Ikan berdiri rumah-rumah semi permanen dan sebagian memenuhi mulut tanggul.

Tanggul ini mengalami modifikasi oleh warga yakni dicoaknya tanggul untuk jembatan yang terbuat dari bambu dan kayu. Ada dua coakan yang dibuat warga, dan ada juga beberapa titik tanggul yang mengalami keropos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada yang coak terlalu rendah, dia (warga) bilang kemarin (air laut) tinggi nggak apa-apa, tapi kalau tinggi lagi kan repot. Jadi dinaikan, itu coakan ada 2 buat jembatan. Kalau sudah naik lumayan. Kita bisa tahan (air pasang)," kata Kepala Dinas PU DKI Jakarta Ery Basworo di lokasi.

"Kita khawatirkan ada yang batunya rada remuk, ada juga yang geser. Pokoknya itu segala lubang, nanti sama Sudin tata air Jakarta Utara. Banyak, ada 10 titik sampai 20 titik," tambah Basworo.

Baskoro mengkhawatirkan modifikasi tanggul oleh warga ini bisa membuat air pasang masuk ke pemukiman warga, ditambah lokasi dekat dengan objek vital yakni museum Bahari.

"Yang susah yang bangunan (pemukiman) di sepanjang tanggul. Sekarang tingginya (air laut) plus 1,5 meter Pel Priok, kalau rob bisa 2,3 meter Pel Priok," ujar Basworo.

Tanggul yang panjangnya mulai dari Pasar ikan hingga Pakin tersebut mampu menghalau pasang air laut. Perbaikan dilakukan termasuk rencana meninggikan coakan hingga 50 cm.

"Kita naikan sekitar 50 cm. Kita mengantisipasi kalau tinggi banget. Besok kita kerjakan langsung. Sehari selesailah," ujar Basworo.

Sementara untuk tanggul yang telah menjadi pemukiman warga, Baskoro baru merencanakan pendekatan persuasif untuk merevitalisasi fungsi tanggul. Tidak dijelaskan secara rinci tindakan konkret yang diambil untuk proses ini.

"Itu sudah masuk tanggul ke rumah warga, Pak RT sudah minta izin (warga), nanti kita lihat. Kita koordinasikan dengan lurah dan camat untuk pendekatan persuasif," tutup Basworo.

(vid/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads